Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 7 November 2017 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan global baik dinegara maju dan terlebih dinegara berkembang seperti Indonesia. Munculnya Emerging Infectious Diseases seperti HIV/AIDS, demam Ebola, dan Infeksi yang disebabkan oleh patogen resisten antibiotik (Mycobacterium tuberculosis MDR, Vancomycin Resistant Staphylococcus aureus, Carbapenemase producing bacteria) serta re-emerging infectious diseases seperti Avian flu, Swiner flu dan Difteri merupakan acnaman baru dan masalah kesehatan di dunia.

Penanggulangan penyakit infeksi merupakan suatu tantangan tersendiri di Indonesia. Penyebabnya meliputi kondisi sosial ekonomi yang buruk, keterbatasan sumber daya manusia dan alat dirumah sakit untuk diagnostik mikrobiologi dan terapi antibiotik yang tidak rasional yang menghasilkan patogen resisten antibiotik.

World Health Organization (WHO) mengindikasikan bahwa pada tahun 2050 angka kematian pasien yang disebabkan oleh resisten antibiotik lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian pasien akibat kanker.

Namun jumlah kajian, penelitian dan publikasi terkait hal tersebut belum banyak dilakukan di Indonesia. Demikian juga konsensus diagnostikmikrobiologi untuk surveilans patogen resisten antibiotik di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya belum dikembangkan. Oleh karena itu, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya memiliki tuntutan dan berperan aktif sebagai pelopor dalam membantu menyelesaikan masalah global penyakit infeksi di Indonesia melalui inovasi pengetahuan dan teknologi serta bekerja sama dengan Tenaga Ahli asing dalam World Class Professor.

Melihat kajian , penelitian dan publikasi internasional yang masih kurang tersebut, termasuk di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) sesuai dengan Laporan Kinerja FKUB tahun 2015 dimana menunjukkan jumlah publikasi rata – rata per dosen masih kurang hal ini disebabkan oleh rendahnya budaya menulis, serta belum maksimalnya kemampuan menulis naskah ilmiah dalam bahasa inggris.

FKUB  yang sebenarnya memiliki pakar dibidang Mikrobiologi klinik dan penyakit infeksi, dituntut untuk dapat berperan sebagai pelopor dalam membantu menyelesaikan masalah diagnostic mikrobiologi di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya di Indonesia melalui inovasi pengetahuan dan teknologi, bekerjasama dengan tenaga ahli asing dalam program WCP sebagai bagian dari pelaksanaan pengabdian masyarakat.

Kegiatan yang bertujuan antara lain: 1. meningkatkan kompetensi mahasiswa tentang penyakit infeksi dan pengendalian resistensi antibiotik melalui proses dan evaluasi pembelejaran bertaraf internasional., 2. Meningkatkan kompetensi mahasiswa dan dosen dalam meneliti dan menulis publikasi terkait penyakit infeksi dan pengendalian resistensi antibiotik., 3. Meningkatkan jumlah publikasi internasional pada jurnal bereputasi untuk dosen dan mahasiswa., 4. Memperluas jejaring internasional untuk dosen dan mahasiswa., 5. Menggali potensi dosen dan sumber daya Indonesia untuk berkontribusi di dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia dan global. Sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan ini akan ada peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut panitia dari Departemen Mikrobiologi Klinik FKUB mengundang Profesor tamu yakni Prof. dr. Henri A. Verbrugh, PhD dari Department of Medical Microbiology and Infectius Diseases, Erasmus University Medical Center, Rotterdam, The Netherlands.

Beliau diundang dalam waktu sekitar hampir 1 bulan dengan beberapa agenda kegiatan diantaranya : Kuliah umum untuk mahasiswa S2 dan S3 serta Mahasiswa Pendidikan Dokter Spesialis FKUB, Diskusi kasus untuk mahasiswa program Pendidikan Dokter Spesialis FKUB, Penyusunan road map dan proposal penelitian yang mengacu pada road map tersebut untuk dosen atau peneliti dan mahasiswa S2 dan S3, Pembimbingan penulisan jurnal Internasional untuk dosen/peneliti dan mahasiswa S2 maupun S3, Pertemuan ilmiah tentang Antibiotic Stewardship and Infection Control dan Pendampingan penyusunan consensus diagnostic mikrobiologi untuk surveilans patogen resisten antibiotik di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain di Indonesia berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.  (Anank /Humas FKUB).