Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 2 Pebruari 2016 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

hiloeventBadan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Brawijaya (FKUB), kali ini bekerja sama dengan brand susu ternama yakni Hilo mengadakan sebuah event yang sangat menarik dihari minggu(31/1/16) kemarin. Mulai dari Stand makanan hingga stand para komunitas peduli lingkungan turut hadir untuk menyukseskan acara charity concert.

Selain charity concert, acara yang dimulai pukul 9.00 pagi di Graha Medika ini mengadirkan 5  pemateri yang sering menerima banyak penghargaan dalam upaya mereka menjaga alam kita agar tetap terus lestari. Mereka datang untuk membagi ilmunya kepada lebih dari 150 peserta seminar.

Pemateri pertama yaitu Benny Chandra Monacho. Ia merupakan salah satu mahasiswa Universitas Brawija jurusan Fisika yang telah berhasil menciptakan sebuah alat yang dapat digunakan untuk mendaur ulang limbah detergen. Akibat karyanya ini, limbah air detergen yang keruh dapat menjadi bersih kembali hingga dapat digunakan untuk mencuci lagi. Karyanya ini sudang sering sekali memenangkan penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional.

Pemateri yang kedua yaitu Ranitya Nurlita yaitu seorang aktivis disebuah gerakan yang diberi nama ASEAN Reusable Bag Campaign. Dampak limbah plastik yang  membutuhkan waktu 20 – 1000 tahun untuk dapat terurai ini begitu berbahaya. Secara singkat limbah plastik yang menumpuk terlalu lama ketika terkena panas dan air terus menerus, akan terurai dan mengeluarkan berbagai zat berbahaya yang apabila meresap masuk kedalam tanah  dapat mencemari tanah dan air. Hal ini tentu sangat mungkin untuk mengkontaminasi ikan yang sering kita konsumsi. Tips yang diberikan untuk mengatasi hal ini adalah pakailah plastik seulang-ulang mungkin atau menggunakan tas belanja yang kita bawa sendiri dari rumah.

Pemateri ketiga yaitu Luqman Reza Mulyono atau sering disebut Jongkie. Ia merupakan seorang pelukis yang karyanya sudah diminati oleh banyak warga dunia. Lukisannya yang ia berinama aliran Jongkie itu biasa ia jual mulai dari 100 ribu –  7,5 juta untuk setiap lukisannya. Dalam lukisannya yang terkesan unik itu, ia turut menyampaikan pesan-pesan moral tentang kehidupan hewan langkah yang kini sudah semakin terancam punah.

Sedangkan Pemateri ke 4 dan ke 5 yaitu Hariyawan Agung Wahyudi dan Drh. Erni Suyanti yang merupakan para aktivis lingkungan yang sudah banyak bekerja langsung dilapangan untuk menangani macan, gajah, atau pun orangutan.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kepunahan, terutama hilangnya habitat dan perubahan iklim serta perburuan liar dan perdagangan ilegal. Padahal hewan-hewan ini merupakan salah satu aset berharga yang dimiliki oleh sebuah bangsa. Selain itu hewan-hewan tersebut merupakan warisan yang sangat mahal yang dapat kita wariskan kepada anak cucu kita nanti. Oleh sebab itu, untuk menjaga agar hal itu tidak terjadi  kita harus bekerjasama secara multipihak mulai dari LSM, Pemerintah Daerah (Pemda), Masyarakat, Private sector, hingga KLHK BKSDA/TN.

Pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari acara ini adalah tanggung jawab untuk menjaga ekosistem alam kita bukan hanya merupakan tanggung jawab dari para aktifis pencinta lingkungan saja. Akan tetapi semua orang bertanggung jawab akan hal tersebut karena kita semua tinggal bersama dan menikmati alam bersama-sama. (Panitia for Humas FKUB)