Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 29 Juli 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Semakin banyaknya minat masyarakat untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi utamanya di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), maka akan menjadikan sebuah peluang bisnis baru bagi para joki untuk menjalankan aksinya melakukan kecurangan agar dapat lolos menjadi mahasiswa pada jurusan dan  perguruan tinggi yang diminati.

Untuk mengantisipasi kecurangan tersebut, sebanyak 30 metal detektor yang disebar secara random oleh panitia pelaksanaan Seleksi Program Minat dan Kemampuan Universitas Brawijaya (SPMK UB) tahun 2015 untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan selama pelaksanaan ujian. Pelaksanaan ujian seleksi masuk mahasiswa UB jalur SPMK dilaksanakan, Selasa (28/7).

Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Kusmartono mengatakan bahwa 30 metal detektor disebar secara random pada 410 ruangan yang dilakukan untuk pelaksanaan ujian SPMK UB.

“30 metal detektor yang disediakan oleh panitia SPMK UB dioperasionalkan oleh petugas keamanan yang sudah dilatih terlebih dahulu,”katanya.

Salah seorang petugas keamanan di Gedung Samantha Krida FK UB, Iwan Setywan mengatakan bahwa suara dari metal detektor hanya bisa didengar  oleh petugas melalui headset pada saat mendeteksi benda-benda logam, seperti perhiasan, jam tangan, dan mobile phone.

“Seorang petugas membutuhkan waktu 30 hingga 60 menit untuk memeriksa satu peserta. Untuk menghindari bunyi yang ditimbulkan pada metal detektor, barang-barang logam harus diletakkan didalam tas agar tidak berbunyi pada saat petugas melaksanakan pemeriksaan dengan menggunakan metal detector,”katanya.

Sementara itu, sebanyak 11987 peserta mengikuti jalur masuk SPMK UB yang terdiri dari 7327 peserta saintek dan 4662 peserta soshum. Kepala Unit Informasi dan Kehumasan UB, Anang Sujoko S.Sos., M.Si., DCOMM mengatakan bahwa untuk jalur SPMK kuota yang ditetapkan sebanyak 3296 kursi. Jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah untuk mengisi kekosongan kursi SBMPTN dan SNMPTN.

Ujian SPMK UB serentak dilaksanakan dalam waktu satu hari mulai pukul 09.00 sampai dengan 12.00. Untuk kelompok ujian saintek (IPA) materi yang diujikan adalah IPA dan IPA terpadu, Matematika, dan Bahasa Inggirs. Untuk Kelompok ujian IPS materi yang diujikan adalah IPS dan IPS terpadu, Matematika IPS, dan Bahasa Inggris.

Selain melaksanakan ujian tulis, peserta kelas internasional FEB dan kelas bahasa inggris FISIP diharuskan untuk mengikui ujian bahasa inggris yang dilaksanakan di Gedung Samantha Krida UB.

Pembantu Dekan I FISIP UB Maya Diah Nirwana S.Sos Msi mengatakan bahwa peserta kelas bahasa Inggris ada sebanyak 185 orang untuk prodi Hubungan Internasional dan Komunikasi. Sebanyak 185 peserta tersebut akan mengikuti ujian TOEFL Equivalent dan tes wawancara.

“Tes ini bertujuaan untuk menguji kemampuan bahasa inggris mereka dalam academic writting dan speaking. Untuk tes interview akan dilakukan oleh sepuluh dosen dari FISIP,”katanya.

Sementara untuk kelas internsional FEB diikuti sebanyak 124 peserta untuk tiga jurusan, akuntansi, manajemen, dan ekonomi pembangunan. Metode penyeleksiaan diukur dengan menggunakan bobot 60 persen tes tulis dan 40 untuk tes wawancara. Panitia dari seleksi mahasiswa kelas internasional FEB juga telah menyiapkan sebanyak sepuluh penguji dari dosen-dosen FEB UB. [Oky/ Humas UB/ An4nk / Humas_FKUB]