Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 13 Agustus 2018 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Gempa bumi berkekuatan 7.0 SR yang mengguncang kepulauan Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) pada minggu malam lalu (5/8/18) telah menjadi salah satu bencana terbesar pada tahun ini.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat gempa bumi berada di wilayah laut utara Lombok tersebut, sempat menggemparkan masyarakat Indonesia terutama warga Lombok NTB karena dikhawatirkan akan menimbulkan gelombang Tsunami.

Guncangan gempa bumi ini terjadi kembali setelah gempa sebelumnya terjadi pada minggu sebelumnya yakni tanggal 29 Juli lalu dan berdasarkan laporan telah menimbulkan dampak kerusakan bangunan, rumah penduduk, tempat peribadatan, serta banyak sekali korban tewas dan luka-luka yang kemungkinan dapat  menimbulkan trauma dan dampak psikis bagi para korban.

Sampai saat ini status siaga pun masih dikeluarkan oleh BMKG mengingat intensitas gempa yang terjadi di Lombok semakin meningkat dan terus terjadi gempa susulan setiap harinya.

Melihat situasi tersebut Universitas Brawijaya (UB) merasa terpanggil untuk turut serta membantu pemerintah dalam menangani korban bencana. Hal ini sekaligus sebagai tugas UB sebagai salah satu kampus di Indonesia yang mempunya peran dan tugas dalam melaksanakan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi  yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, MS terus berkoordinasi dengan tim yang akan dikirmkan dan menjadwalkan rapat khusus pada minggu – minggu kemarin serta telah mengirimkan bantuan berupa 2 Tim Medis dan Tanggap bencana- Team Emergency and  Disaster Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (TED – FKUB) yang akan diberangkatkan pada hari ini Senin (13/8/18) dari FKUB.

Lebih lanjut Rektor UB menjelaskan, kami telah berkoordinasi dengan FKUB dalam hal ini Tim TED, dimana bantuan ini merupakan gabungan dan dukungan dari berbagai pihak antara lain Universitas Brawijaya, Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang malang raya, dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Malang.

Prof. Nuhfil menambahkan, kali ini yang kami berangkatkan adalah tim kedua setelah sebelumnya kami telah mengirinkan 1 Tim darurat tanggap bencana untuk lebih dahulu bernagkat ke Lombok , paparnya.

Sementara Dekan FKUB. Dr. dr. Sri Andarini, M. Kes dalam kesempatan yang sama juga menambahkan¸kamid ari FKUB telah mengirimkan 1 Tim yaitu 1 Dokter Orthopaedi dan 2 Driver beserta 2 Ambulance yang di berangkatkan bersamaan dengan Kapal Ergon dari pelabuhan tanjung Perak Surabaya pada minggu lalu.

Tim ini akan diketuai oleh dr. Aurick Yudha  Nagara , SpEMdengan membawa serta peralatan medis, obat –obatan serta bahan logistic lainnya untuk mendukung tindakan darurat dan pelayanan medis di Lombok, selain dr Aurick tim kami juga didukung oleh 2 dokter Alumni FKUB, 2 orang Perawat Kegawatdaruratan, 3 Orang perawat Kejiawaan, 2 orang Psikolog, 2 orang driver ambulance serta 1 orang bidan .

Kami berharap tim kami selalu dapat siagap dan tanggap dalam melaksanakan tugas dan diberikan kesehatan serta keselamatan sehingga kembali dengan selamat. (An4nk- Humas FKUB)