Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 1 Maret 2012 , oleh angga , pada kategori Berita

foto_amsa1Bertempat di Gedung Graha Medika Lantai 2 FKUB. Asean Medical Student Associations (AMSA) Universitas Brawijaya (UB), menjadi tuan rumah dalam kegiatan “AMSA Detection 2012” dengan tema “Preventive Medicine As Key Strategic to Enchance The Society Health”. Kegiatan yang dilaksanakan mulai hari Jum’at sampai dengan Minggu (24 – 26 /2) ini diikuti oleh 190 peserta dari 23 Mahasiswa Fakultas Kedokteran se-Indonesia dan dibuka oleh Dekan FKUB, Dr. dr. Karyono Mintaroem, SpPA. Dalam kesempatan tersebut hadir pula Pembantu Dekan I dan III, Direktur Eksekutif PHK-PKPD, Kalab. Public Health dan Sekjur Gizi, Kasubbag Kemahasiswaan serta anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB).

“FKUB bergabung dengan AMSA sejak tahun 2000. AMSA sendiri memiliki beberapa tingkatan antara lain: tingkat lokal untuk lingkup UB, tingkat Nasional untuk lingkup Indonesia dan tingkat Internasional yang terdiri dari 30 negara peserta selain dari Asia kegiatan ini juga diikuti oleh Inggris, Australia, Egypt, Turki, Kazakstan dan lain-lain”. Ungkap Annisa Rahma (Presiden Amsa Brawijaya) saat diwawancara Prasetya FK.

Menurutnya, kegiatan AMSA untuk saat ini mengambil tema “Preventive Medicine As Key Strategic to Enchance The Society Health”. Tema ini dipilih karena preventive medicine bagi masyarakat tidak sulit. Kegiatan ini juga ada keterkaitannya dengan program World Health Organisation (WHO) yang menggunakan sisitem Public Health (PH) dimana kegiatan ini akan dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan ke Sekolah Menengah Atas (SMA)  Negeri 4 Malang yang bertujuan agar masyarakat khususnya siswa-siswi SMA menjaga pola hidup sehat. “Terangya”.

Acara yang dilaksanakan selama tiga hari kedepan tersebut mempunyai beberapa agenda seperti: Guest Lecture yang diisi oleh Dr. Khancit Limpakarnjanarat (Thailand) yang menjadi perwakilan WHO untuk Indonesia dengan tema “The Role of Preventive Medicine In Controlling  Non Communicable Disease yang dilanjutkan dengan Welcoming Party, untuk hari kedua English Debate dan terakhir malam perpisahan. AMSA menurutnya memiliki peran cukup besar dalam pengembangan pendidikannya, hal ini dikarenakan  AMSA mempunyai motto Frienship, Action and Knowledge (FAR), dari sini hubungan antara universitas bisa saling tukar menukar informasi dan bisa lebih mudah dan cepat untuk saling berkomunikasi. “ujarnya”.

190 peserta dari 23 Universitas se- Indonesia yang hadir dalam AMSA Detection 2012 ini antara lain sebagi berikut: Syiah Kuala Banda Aceh (UNSYIAH) sebanyak 1 peserta, Universitas Gajah Mada (UGM) sebanyak 14 peserta, Universitas Padjajaran (UNPAD) sebanyak 13 peserta, Universitas Sriwijaya (UNSRI) sebanyak 16 peserta, Universitas Hasanuddin (UNHAS) sebanyak  12 peserta, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS)  sebanyak 10 peserta, Universitas Tadulako (UNTAD) sebanyak 4 peserta, Universitas Atmajaya (UAJ) sebanyak 7 peserta, Universitas Diponegoro (UNDIP) sebanyak 13 peserta, Universitas Indonesia (UI) sebanyak 14 peserta, Universitas Metodist Indonesia (UMI) sebanyak 7 peserta, Universitas  Tarumanegara (UNTAR) sebanyak 2 peserta, Universitas Kristen Maranatha (UKM) sebanyak 11 peserta, Universitas Kristen Indonesia (UKI) sebanyak 14 peserta, Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) sebanyak 8 peserta, Universitas Pattimura (UNPATTI) sebanyak 3 peserta, Universitas Pelita Harapan (UPH) sebanyak 9 peserta, Universitas Palangkaraya (UNPALA) sebanyak 10 peserta dan Universitas Krida Wacana (UKRIDA) sebanyak 4 peserta. (ANG)