Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 21 Agustus 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Tepat pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 pada 17 Agustus 2015, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristek Dikti RI) mengumumkan hasil klasifikasi dan pemeringkatan perguruan tinggi di Indonesia.

Pemeringkatan yang baru pertama kali dilakukan pada 2015 ini dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Selain itu, pemeringkatan juga untuk mendorong perguruan tinggi dalam peningkatan kapasitasnya baik akademik maupun non akademik.

Data diambil dari laporan perguruan tinggi di Indonesia pada Pangkalan Data Perguruan Tinggi serta data eksternal Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) per Desember 2014. Lebih dari 4.000 perguruan tinggi baik swasta maupun negeri dilibatkan dalam pemeringkatan ini. Ada empat kriteria dalam pemeringkatan ini, meliputi kualitas sumber daya manusia, kualitas manajemen dan organisasi, kualitas kegiatan kemahasiswaan serta kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.

Berikut daftar 11 perguruan tinggi terbaik di Indonesia tahun 2015 yang dikeluarkan oleh Kemenristek Dikti. 1). Institut Teknologi Banding (3,743), 2). Universitas Gadjah Mada (3,690), 3). Institut Pertanian Bogor (3,490), 4). Universitas Indonesia (3,412), 5). Institut Teknologi Sepuluh Nopember (3,289), 6). Universitas Brawijaya (3,217), 7). Universitas Padjadjaran (3,075), 8). Universitas Airlangga (3,064), 9). Universitas Sebelas Maret (3,035), 10). Universitas Diponegoro (2,983), 11). Universitas Hasanuddin (2,978).

Bagi kesebelas perguruan tinggi ini Kemenristek Dikti kemudian menyiapkan program-program agar mereka dapat bersaing dengan perguruan terbaik di dunia.

Untuk kategori kualitas sumber daya manusia, berikut adalah urutan daftar perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Yakni IPB, UGM, ITB, Universitas Negeri Malang, UI, Universitas Negeri Makassar, ITS, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Airlangga, dan Universitas Bengkulu.

Untuk kategori kualitas manajemen dan organisasi, berikut adalah urutan daftar perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Meliputi Politeknik Elektronik Negeri Surabaya, Universitas Gunadarma, ITS, UGM, UI, ITB, IPB, Universitas Kristen Petra, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Islam Indonesia.

Untuk kategori kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, urutan datfar perguruan tinggi terbaik di Indonesia adalah sebagai berikut: ITB, IPB, UI, UGM, Unpad, Universitas Hasanuddin, Universitas Sebelas Maret, Universitas Brawijaya, ITS, dan Undip. Sementara untuk kategori kualitas kegiatan mahasiswa, urutannya adalah UGM, ITS, Universitas Brawijaya, ITB, IPB, UI, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Jenderal Soedirman, dan Undip.

Masuk Enam Besar, Rektor Bersyukur

Menduduki posisi keenam sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia 2015 pada pemeringkatan yang dikeluarkan Kemenristek Dikti, Rektor Universitas Brawijaya (UB) mengaku bersyukur. Pasalnya, perguruan tinggi pada level peringkat diatasnya adalah perguruan tinggi ber-Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Sementara saat ini, UB masih berstatus sebagai Perguruan tinggi Badan Layanan Umum (BLU). “Jika diibaratkan, PT BHMN adalah PT yang sudah dewasa, sementara PT BLU adalah PT remaja,” kata Rektor Bisri.

Lebih jauh, Rektor menyadari kualitas SDM UB memang perlu diperbaiki. “Jumlah profesor dan doktor di UB tidak sebanding dengan jumlah dosen yang dimiliki,” tandasnya. Hal ini karena akhir-akhir ini UB banyak membuka program studi baru sehingga kebutuhan dosen pun banyak. Dalam waktu bersamaan, dilakukan moratorium PNS, sehingga grade-nya tidak tinggi. “Perbaikan SDM tidak bisa dilakukan secara instan. Butuh waktu panjang dan anggaran dana yang besar,” ungkapnya.

Karena itu, untuk solusi jangka pendek, pihaknya akan merekrut dosen dari PNS pada Kementerian lain dengan syarat memenuhi kompetensi. “Untuk menaikkan grade dalam waktu dekat, solusinya adalah membeli pemain jadi,” kata dia. “Dosen muda, baru dan baru S2, akan lama prosesnya sehingga justru menjadi masalah bagi UB,” Rektor menambahkan.

Pada waktu bersamaan, untuk program jangka panjangnya, UB mendorong para dosen segera studi lanjut dan mempercepat program peningkatan Guru Besar.

Untuk kategori kualitas manajemen dan organisasi, Rektor menyayangkan jika pemeringkatan hanya didasarkan pada akreditasi BAN-PT. Mengingat banyak program studi baru di UB, maka akreditasinya tidak bisa A. Padahal, manajemen dan organisasi di UB terakreditasi ISO 9001: 2008 serta beberapa lembaga akreditasi internasional seperti ABEST-21, IFT dan AUN-QA. Selain itu, UB juga berprestasi pada pelayanan prima.

Supaya ekspose UB menjadi tinggi di Indonesia dan dunia, Rektor mengapresiasi pemeringkatan dan berupaya untuk ikut serta pada semua pemeringkatan yang ada baik di Indonesia maupun internasional. Masing-masing pemeringkatan, menurut Rektor memiliki standar penilaian yang berbeda-beda. “Kita selalu berupaya untuk mempertahankan dan meningkatkan standar minimalnya,” kata Bisri. Beberapa pemeringkatan yang rutin mengikutsertakan UB setiap tahunnya adalah Webometrics dan 4ICU. “Pemeringkatan oleh Kemenristek DIkti ini baru pertama kali dikeluarkan,” ungkap Rektor. Pada waktu mendatang, Bisri menambahkan, UB berencana mengikuti pemeringkatan Greenmetric World University Rankings sebagai upaya menuju Green Campus.

Untuk pemeringkatan Kemenristek Dikti, pada tahun 2016 nanti, Rektor dan jajarannya mengupayakan agar UB menduduki peringkat lebih tinggi, keempat atau kelima. Untuk selanjutnya, Bisri telah berkoordinasi dengan Wakil Rektor. Masalah kualitas sumber daya manusia serta Manajemen dan organisasi akan ditangani oleh Wakil Rektor II bidang Administrasi dan Keuangan serta Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama. Masalah penelitian dan publikasi ilmiah akan ditangani oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, sementara kualitas kegiatan kemahasiswaan akan ditangani oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan. [denok/Humas UB/CC.HumasFK]