Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 19 September 2013 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Masih minimnya jumlah tenaga kesehatan utamanya Dokter dan Dokter Spesialis di Timor Leste. Dimana saat ini Pemerintah Timor Leste masih memiliki kurang dari 70 Dokter,  dengan rincian 14 dokter spesialis, 14 masih studi spesialis dan sisanya masih menjadi dokter umum. Inilah yang menjadi fokus utama Pemerintah Timor Leste untuk melakukan upaya kerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam peningkatan mutu SDM tenaga Dokter dinegaranya.

Hal tersebut disampaikan oleh utusan Kementerian Kesehatan Timor Leste,  yang berkunjung ke Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) pada Rabu (18/9) . Rombongan ini diterima langsung oleh Dekan yang didampingi Pembantu Dekan I dan  Ketua Hubungan Internasional (HI) FKUB, di Ruang Rapat lantai 5 Gedung Pusat Pendidikan (GPP) FKUB.

Dekan FKUB, Dr. dr. Karyono Mintaroem, SPPA menyambut hangat kunjungan dari utusan Pemerintah Timor Leste tersebut. Dalam perbincangannya, dr. Karyono menyatakan suatu kehormatan bagi FKUB  untuk dapat menerima kunjungan dari Timor Leste dalam rangka Perundingan kerjasama  tentang rencana pendidikan bagi para calon Dokter Spesialis dari Timor Leste.

Namun sebelum berbicara lebih lanjut Dekan FK  memberikan wawasan tentang apa dan seperti apa sistem pembelajaran di FKUB, sehingga dari perkenalan ini utusan dari Timor Leste dapat memahami FKUB secara rinci.

Selain itu  Dekan FKUB sangat mengapresiasi rencana kerjasama ini, akan tetapi proses kerjasama dalam penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis bagi Warga Negara Asing (WNA) saat ini masih belum diatur secara jelas dan mendasar oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). sehingga dengan belum adanya peraturan yang ditetapkan kami masih akan menggali dan berkonsultasi dengan pusat untuk dapat merealisasikannya.

Kerjasama bilateral antar lintas negara seperti ini masih belum di tetapkan untuk pendidikan dokter spesialis,  dan masih harus menunggu peraturan dari masing – masing Kementerian pada kedua negara, sehingga nantinya hasil dari kerjasama ini dapat dilanjutkan dan ijazah spesialis yang kami keluarkan dapat diverifikasi oleh Pemerintah Timor Leste imbuhnya  (An4nk)