Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 30 Maret 2012 , oleh angga , pada kategori Berita

foto_sosialisasi-kkiKamis (15/3) bertempat di ruang sidang senat lantai 6 GPP, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) menerima kunjungan Konsil Kedokteran Indonesia dalam rangka sosialisasi  “Bimbingan Teknis Praktik Kedokteran Yang Baik”. Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta  para dokter baru tersebut dibuka oleh Pembantu Dekan I FKUB.

Pembantu Dekan I, Dr. dr. Sri Andarini, M. Kes dalam sambutannya mengatakan,  bimbingan teknis praktek kedokteran yang baik  ini sangat penting supaya tidak ada kesalahan (mal praktik) bagi para dokter baru dalam praktek dokter nantinya, “ujarnya”. FKUB dalam agenda kunjungan Konsil Kedokteran Indonesia ini merupakan institusi yang pertama kali untuk sosialisasi, “imbuhnya”.

Selain itu hadir sebagai pemateri  Ketua Divisi Pembinaan Konsil Kedokteran Dr. dr.  Moh. Toyibi, Sp. Jp. FIHA yang menjelaskan bahwa praktek kedokteran ini harus sesuai dengan dasar hukum praktek kedokteran diantaranya: undang-undang  praktek kedokteran, undang-undang kesehatan, undang-undang rumah sakit dan undang-undang layanan publik.

Selanjutnya, dunia profesi dokter saat ini melaksanakan prakteknya sesuai norma etik profesi yang diambil pemerintah. Sebagai dokter akan menemui banyak hambatan dan rintangan dan ini merupakan perjalanan praktek anda sebagai seorang dokter, “tegasnya”. Hal ini disebabkan suatu saat ketika dokter melaksanakan praktek maka berhubungan dengan masyarakat disaat itu pula akan banyak berpacu dengan metode kuno yang belum tentu salah dan belum tentu benar.

Disamping itu, dokter harus bekerja dengan standart tertinggi sehingga masyarakat menjadikan dokter sebagai partnership. Oleh karena itu, komunikasi diangap lebih efektif untuk menjalin hubungan antara dokter dengan pasien. Isi dari kompetensi dokter bukan dari kantong si pasien, fisik dan lain-lain “katanya”. Akan tetapi sebagai dokter  harus mempunyai simpati karena orang itu telah menyerahkan kesehatannya kepada dokter bersangkutan. Pelayanan yang baik (good medical service) dengan memiliki kompetensi yang lebih serta memiliki sikap etis maka akan menunjang kinerja dokter. (Ang)