Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 12 November 2013 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Karya Si Akang (Si Anak Gizi Seimbang), yang merupakan inovasi baru oleh mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB)  yakni Ida Mar ’atus Sholihah (mahasiswi Kebidanan 2011), Nela Rosyalina Damayanti (mahasiswi Pendidikan Dokter 2012) dan Herlambang Priyo Utomo (mahasiswa PTIIK), berhasil menjadi juara I dalam Lomba Karya Ilmiah Tingkat Nasional yang diselenggarakan  pada Jum’at (1/11) di Fakultas  Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI).

Karya Ilmiah yang mengangkat tentang inovasi sosialisasi gizi seimbang dengan 3 metode antara lain:  Bazaki, Mangazi, dan Masazi ini berhasil menyingkirkan 60 judul karya dan mengerucut menjadi 3 besar yakni UB, UI dan Udayana, ungkap Ida.

Menurutnya, inovasi ini mengangkat tema “inovasi dan sosialisasi gizi seimbang sebagai langkah perbaikan gizi anak”. Disinggung tentang nama “Si Akang”, Ida mengatakan nama ini kita ambil dari sebuah tokoh Jawa Barat dan diharapkan dengan pemberian nama ini bisa lebih mempermudah pemahaman para anak, Guru dan Orang Tua dalam memahami dalam meningkatkan kualitas gizi seimbang, tuturnya.

Selanjutnya inovasi ini direalisasikan dalam bentuk software games yang bisa di install dan di apilikasikan pada komputer, dengan 3 metode yang tersebut diatas yaitu: 1.  Bazaki (Belajar Asyik Kaya Gizi) yang merupakan sub kegiatan pendekatan melalui Video pembelajaran tentang gizi seimbang dengan mengutamakan perilaku hidup sehat dan Pretest yang didalamnya sosialisasi tentang games dan inovasinya. 2. Masazi (Masa Asyik Kaya Gizi) melalui Post test karena bagi kami gizi seimbang itu belum begitu dikenal oleh masyarakat padahal manfaatnya jauh mempunyai nilai gizi lebih dari pada 4 sehat 5 sempurna yang di pahami oleh masyarakat, disini kami juga memilih kader si akang yang diambil dari kelas 4, 5 dan 6 SD yang mempunyai tugas Mangazi.

Disamping itu Ida menilai,  Gizi seimbang belum popular dikalangan masyarakat sehingga dengan ide kreatif hasil dari inovasi temuannya bersama tim ini masing – masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Akan tetapi, diharapkan para siswa – siswi yang menggunakan games aplikasi Si Akang ini mempergunakannnya secara wajar (tidak untuk menyita waktu bermain games) disini peran Guru adalah mengontrol dan melakukan pendampingan dengan tugas sekolah yang mungkin bisa mengurangi konsumsi games para siswanya supaya tidak berlebihan. Sedangkan orang tua diharapkan mampu memahami dan memperbaiki kualitas gizi seimbang sehingga putra putrinya tumbuh sehat. (An4nk)