Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 11 Juli 2012 , oleh angga , pada kategori Berita

Jurusan Gizi dan Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya, Rabu (4/7) menyelenggarakan Seminar “Nutrition in Food Industry”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Graha Medika Lantai 2 FK UB, dengan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi. Seminar ini ditujukan bagi kalangan umum dan mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa Jurusan Gizi dan Kesehatan, FK UB.

Narasumber pada seminar ini antara lain Prof.Dr. Ali Khomsan, dosen sekaligus Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Prof.Dr.Made Astawan, MS. Profesor bidang Biokimia Pangan, Institut Pertanian Bogor serta Anida, A.Gz, Staf Medical Delegate PT Nestle Indonesia sekaligus alumni Jurusan Gizi FK UB.

Ali Khomsan memberikan pemaparan mengenai Preferensi Gizi dan peluang dalam industri pangan. Menurut Ali, masalah mengenai gizi yang dialami Indonesia tidak hanya busung lapar, namun juga berbagai penyakit degenartif lain seperti penyakit jantung koroner, obesitas, dan penyakit lainnya.

“PR utama kesehatan Indonesia adalah stunting atau anak pendek”,ujarnya. Ia juga menekankan betapa dibutuhkannya diversifikasi makanan. “Selain pemenuhan 4 sehat 5 sempurna, juga bisa untuk pemenuhan gizi”, ujarnya. Masalah kesehatan lain terkait gizi di Indonesia menurut Ali selain stunting, juga kekurangan vitamin A dan masalah berat badan.

Sedangkan Made menjelaskan mengenai dinamika perkembangan pangan sebagai respon terhadap tuntutan masyarakat serta pangan fungsional. Menurut Made, dibutuhkan pengetahuan yang memadai dalam industri pangan. Ia menjelaskan beberapa kebijakan pangan, antara lain food availability, food security dan sebagainya. “Aturan mengenai pangan juga telah ditetapkan dalam beberapa undang-undang, salah satunya mengenai hak konsumen dalam UU No.8/1999″,ujarnya.

Sesi terakhir dalam seminar ini membahas mengenai peluang kerja ahli gizi dalam industri pangan yang dipresentasikan oleh Anida, S.Gz. Menurut Anida, lulusan jurusan Gizi dapat berkarir di bidang kesehatan seperti institusi kesehatan, food service, instansi pemerintah, industri makanan dan lain sebagainya.

Kegiatan ini diresmikan oleh Ketua Jurusan Gizi dan Kesehatan,  Dr. dr. Endang Sri Wahyuni, MS. Melalui acara ini, ia berharap para ahli gizi dan calon ahli gizi mampu bersikap kritis terhadap nutrisi dalam meningkatkan kualitas makanan yang baik untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. [Vick/Ang]