Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 30 Maret 2012 , oleh angga , pada kategori Berita

foto_indonesia_diseasis1Dalam rangka memperingati hari TB dunia, Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam (IPD) Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB), Dinas Kesehatan Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia dan PETRI  melaksanakan  Seminar dan Workshop dengan tema “ Indonesia Infectious Diseases Update”.

Sebanyak 400 peserta mengikuti seminar  yang dilaksanakan pada Jum’at sampai dengan Sabtu (16-17/3) ini dipusatkan di  Hall Santika Premier Hotel, Malang. Hadir dalam kesempatan ini Dekan FKUB, Direktur RSSA, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Wakil Wali Kota Malang dan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, serta sivitas akademika FKUB.

Dr.  Niniek Budiarti, SpPD-KPTI (Ketua Pelaksana) mengatakan, Indonesia sebagai negera tropik banyak ditemukan berbagi macam penyakit infeksi, “ujarnya”. Penyakit emerging dan re-emerging yang merupakan isu hangat saat ini disamping penyakit lain seperti infeksi virus hepatitis, demam tifoid dan lain-lain. Diharapkan dengan adanya kegiatan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia ini rekan sejawat dokter akan mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan tentang penyakit infeksi dan permasalahannya serta sumbangsih guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan baik melalui Simposium dan Workshop. Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara dari berbagai peran yg berkaitan dengan infeksi serta dari beberapa pembicara dari luar negeri seperti Amerika, Thailand dan Singapore. “imbuhnya”.

Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, dr. Budi Rahayu, MPH menyatakan, kematian di Indonesia dengan penyebab infeksi masih tinggi, HIV misalnya di Indonesia khususnya Jawa Timur menjadi penyumbang kedua penderita HIV tertinggi hal ini dipengaruhi oleh faktor seksual. HIV bisa tertular akibat seks bebas dari kalangan PSK, Gay, Lesbian dan lain-lain. Disamping itu, kematian juga disebabkan oleh penyakit demam berdarah, cikungunya, dan malaria yang ditularkan melalui nyamuk.”Ungkapnya”.

foto_indonesia_diseasis2Selanjutnya, infeksi merupakan tantangan besar bagi Dinas Kesehatan Jawa Timur dalam pelaksanaan program-programnya. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Jatim sudah melaksanakan penanganan dini terhadap ancaman resiko penyakit infeksi di Puskesmas setempat. Sejumlah 950 Puskesmas di Jawa Timur sudah dikendalikan untuk melayani kesehatan terutama bagi masyarakat kurang mampu, karena rata-rata penduduk kurang beruntung tersebut banyak yang mengidap penyakit Tuberculosis (TBC) denga sistem dose untuk Jatim. (Ang)