Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 3 November 2014 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya menjadi pelopor dalam  peyelenggaraan Seminar Gerakan FK UB Menulis Buku yang dilaksanakan pada Rabu – Kamis  (22-23/10). Seminar ini diselenggarakan untuk mendukung Gerakan FK UB Menulis dihadiri oleh Rektor UB dan Para Dekan dilingkungan UB.

Rektor  UB,Prof. Dr. Mohammad Bisri, MS dalam sambutannya berharap, kegiatan ini menjadi pionir bagi Gerakan UB Menulis. Dikatakannya menulis sebuah buku menjadi keharusan bagi seorang guru besar. Setiap tiga tahun sekali, setidaknya ada satu buku yang dihasilkan oleh seorang professor.

Namun ia sadar, jam mengajar cukup menyita waktu para guru besar untuk menulis. Namun, untuk menghasilkan sebuah buku tidak harus menulis sendiri. Salah satu caranya dengan membentuk tim penulisan. Prof. Bisri berharap dengan dikuranginya jumlah mahasiswa UB bisa menambah waktu luang gubes untuk menulis.

Selain gubes,calon gubes juga didorong untuk menulis. Kerap kali kesulitan untuk pengajuan gubes karena terhambat di poin jurnal dan buku.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Prof. Bisri, jumlah dosen di UB kini tercatat 2000 orang sedangkan gubesnya hanya 135 orang. Menurut BAN PT seharusnya jumlah gubes UB 400 orang. Saat ini UB sedang membuat program pendampingan 250 dosen yang berpotensi sebagai gubes.

” Kalau 50 orang saja bisa menulis 3 buku maka tiap setahun akan ada penambahan jumlah Guru Besar,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Pelaksana Prof. Dr. dr. Edi Widjajanto,MS.,Sp.PK(K) menjelaskan, jumlah guru besar UB seharusnya 20 persen. Jumlah ini akan menyusut tahun ini karena ada beberapa yang akan pensiun. Oleh karenanya perlu didorong dengan Gerakan Menulis. Untuk FK sendiri tahun ini aka nada 3 sampai 5 % gubes yang pensiun, jelas guru besar Patologi Klinik ini.

Selanjutnya Buku merupakan jendela ilmu dan sumber sarana pembelajaran. Banyak karya ilmiah yang tidak terkelola dan tidak terpublikasikan dengan baik sehingga kurang bermakna. Hasil pemikiran dari Guru Besar, Disertasi, Tesisi maupun Skripsi akan kurang bermanfaat apabila tidak dikelola sebagai ide yang dikemas menjadi buku dan dikomunikasikan ke masyarakat.

Melalui Gerakan FKUB Menulis Buku, kami ingin merintis dan memfasilitasi agar sivitas akademika FKUB aktif menulis buku. Sehingga dengan berbagi pengalaman professional sehari –hari baik itu dari tugas akhir maupun karya tulis ilmiah lainnya maka akan terwujud berbagai macam produk kampus lainnya yang merupakan materi substansi yang menginspirasi terwujudnya suatu buku, harapnya.

Dalam kegiatan tersebut panitia menghadirkan beberapa pembicara antara lain: 1).  Prof. Dr. Aloysius Duran Corebima, M. Pd (UM) dengan materi ”Motivasi Menulis Buku”, 2). Prof. Dr. dr. Edi Widjajanto,MS.,Sp.PK(K) dengan materi “Jenis dan Karakteristik Buku”, 3). Prof. Dr. Ika Rodjatun Sastrahidayat, Ir., MS dengan materi “Kiat Mengembangkan Kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi “Pendidikan,Penelitian dan Pengabdian Kepada masyarakat”, 4). Prof. Dr. Hendrawan Soetanto, Ir., M.Rur. Sc, dengan materi “Buku Dalam Konteks Pengembangan Karier”, 5). Prof. Sutiman Bambang Sumitro, Drs., SU, D.Sc dengan materi “ Etika Dalam Menulis Buku”, 6). Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons) dan Prof. Dr. Kusworini, dr., M. Kes., Sp. PK dengan materi “ Buku dan Guru Besar”, 7). Dra Welmin Sunyi Ariningsih, M. Lib dengan materi “ Buku Civitas Akademika (Buku Kampus) dari Perspektif, 8). Dr. Jazim, SH., MH dengan materi “ Penerbitan Buku di Penerbit Universitas Brawijaya (UB Press), 9). Prof. Dr. Abdul Latief Abadi, Ir., MS dengan materi “Buku Elektronik (E Book) “, 10). Dr. dr, Sri ANdarini, M. Kes dengan materi “ Kebiajakn Akademik FKUB Dalam Mendukung FKUB Menulis Buku”, 11). Prof. Dr. dr. M. Rasjad Indra, MS dengan materi “Kebijakan Administrasi Umum dan Keuangan FKUB dalam Mendukung Menulis Buku”, 12). Kebijakan Aspek Kemahasiswaan dan Alumni FKUb Dalam Mendukung FKUB Menulis Buku.  (An4nk/ai)