Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 14 Mei 2018 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Berdasarkan data yang tercatat di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, warga yang mengidap penyakit inflamasi kronis dimana menyerang sistem imunitas atau biasa disebut dengan Lupus di Malang Raya pada tahun 2016 sudah mencapai angka 1000 pasien.

Namun hanya masih sekitar 12, 5 % saja yakni 125 orang yang terdata di Yayasan Kupu Parahita Indonesia (LSM Pemerhati Lupus). Artinya masih ada sekitar 87,5 % atau lebih dari 800 pasien yang belum bisa dijangkau dan dirangkul oleh Yayasan ini.

Upaya untuk mendekati, memberikan dorongan semangat pun terus dilaksanakan seperti yang terlihat dalam rangka peringatan Hari Lupus Sedunia 2018, Yayasan Kupu Parahita Indonesia bekerjasama dengan Kelompok Kajian Lupus FKUB dan RSSA Malang menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Beauty Class dengan tema “Tetap Cantik dengan Lupus” yang dilaksanakan pada Minggu, (6/5/18) di Auditorium Lantai 6 GPP FKUB.

Ketua Yayasan Kupu Parahita Indonesia, Malang Elvira Sari Dewi menjelaskan, Lupus merupakan penyakit kronis misterius yang gejalanya seringkali membuat kita up dan down. Hari ini sehat, mungkin besok sakit, saat ini tersenyum, mungkin dibalik senyumnya sedang tersimpan rasa nyeri yang luar biasa.

Ia menambahkan, gejalanya pun berbeda antara pasien yang satu dengan yang lain. Mulai dari rambut rontok dan tumbuhnya mengembang, sariawan yang tak kunjung hilang, gigi mudah berlubang bahkan habis karena harus sering dicabut, kulit sangat rentan berjerawat akibat kondisi imunokompromis, bahkan beberapa orang sangat sensitif kulitnya apabila terkena paparan sinar matahari yang berlebihan, muncul malar rash tanda seperti kupu diwajah, sesak napas, kekurangan darah dan gangguan pada organ-organ dalam seperti jantung, ginjal, paru, hati, bahkan otak, badan lemas yang dengan istirahat saja tak kunjung hilang  dan sendi yang akan semakin nyeri apabila terkena hawa dingin seperti di Malang ini.

Akibat dari berbagai gejala tersebut antara lain mempengaruhi produktivitas hidup penderita dan juga kepercayaan diri dari para pasien karena penampilannya menjadi berubah. Namun diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menarik para penderita Lupus (Odapus) dan juga masyarakat, karena selain diberikan materi para peserta juga diajarkan bagaimana cara memakai make up dan menyegarkan wajah dan aka nada penampilan karya seni persembahan ibu – ibu dan mbak –mbak yayasan Kupu Parahita Indonesia bertemakan “You Are Beautiful” yang diharapkan akan memberikan pengetahuan dan pelahitan kepada para peserta terutama para pasien Lupus tentang bagaiaman cara menjaga kesehatan kulit dan menjaga kecantikan. Dengan demikian pasien Lupus akan semakin pecaya diri dan tidak hilang semangat untuk tetap berkarya.

Lebih lanjut Elvira berharap sekitar 87,5 % pasien yang belum bisa kami jangkau dikarenakan keterbatasan kami yang mayoritas anggota pengurusnya dalah pasien Lupus tidak boleh terlalu capek. Sehingga saat ini kami sedang menjaring Volunteer (sukarelawan) dari berbagai bidang dan keahlian untuk bersama –sama merangkul pasien Lupus, baik yang sudah terjangkau maupun belum, sehingga tidak ada lagi kata menyerah dan bisa menghubungi kami di Jalan Kawi Malang.

Dalam seminar ini dihadirkan 3 pemateri : 1. dr. Caesarius Singgih W. SpPD, 2. dr. Aditia Pradana, SpPD dan 3. dr. Nora Ariyati, M. Kes., SpKK. (An4nk – Humas FKUB)