Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 13 Maret 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Rabu (11/3), Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) secara resmi  menyerahkan Surat Keputusan Rektor Nomer 11866/UN10/KP/2014, tentang pengangkatan Tenaga Kependidikan Tetap Non PNS dan SSTLPP P3CKT bagi sebanyak 47 Tenaga Kependidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB).

Bersama dengan 184 Tenaga Kependidikan lain dari beberapa Fakultas dan unit kerja se – UB, para tenaga kependidikan ini telah ditetapkan menjadi tenaga kependidikan tetap sehingga hak dan kewajibannya akan disesuaikan berdasarkan peraturan yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kadri selaku Kepala Bagian Kepegawaian UB melaporkan, 231 tenaga kependidikan tetap non PNS ini merupakan para peserta tenaga kependidikan telah menjalani Program Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Calon Tenaga Kependidikan Tetap (P3CKT) Non PNS yang diselenggarakan UB dari tanggal 10 sampai 12 September 2014 lalu  di Hotel Batusuki, Kota  Batu.

Para peserta ini antara lain berasal dari FEB (9), FH (3), FK (47), FIA (19), FP (10), Fapet (1), FT (8), FPIK (5), FISIP (5), FMIPA (3), FTP (7), FIB (9), KP (86), PKH (3), Vokasi (2), dan PTIIK (14).

Mewakili Rektor, Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan Dr. Dr. Sihabudin, SH., MH berpesan agar para tenaga kependidikan yang sudah menerima SK bisa bekerja lebih baik lagi.

“Kami berharap kedepan setelah saudara menerima SK ini kinerja dan attitude saudara dapat ditingkatkan kembali”, katanya.

Senada dengan Warek II, Kepala BAUK Drs. Slamet Kusnadi, M.Si mengatakan bahwa para tenaga kependidikan UB harus belajar mengintrospeksi diri dan jika diingatkan oleh atasan harus bersyukur.

“Para tenaga kependidikan harus bersyukur mempunyai atasan yang selalu mengingatkan akan kesalahan kita. Dengan peringatan tersebut, perilaku, tata krama, dan penampilan bisa menjadi lebih baik,” katanya.

Slamet Kusnadi juga menghimbau rotasi yang dilakukan merupakan salah satu pembinaan kepada pegawai agar punya pengalaman di lapangan dan bisa berpotensi menjadi lebih baik.

Dari 231 tenaga kependidikan tersebut menghasilkan sepuluh terbaik, yaitu Rahmi Amalia (FIA), dr. Winda Sapti K (KP), Agustina Dwi Susanti (FISIP), Eka Yanuar Firdaus (FIA), Wiwin Lukitohadi (PTIIK), Bayu Kurnia Ramadhan (FISIP), Rendra Armasyah Setyawan (KP), Nur Hidayati Yuliandani (KP), dan Fety Citra Ayu Nivea (FK), dan dr. Vida Rahmayanti (KP). (An4nk)