Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 30 Juni 2014 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

sholat berjama'ahBagi sebagian orang Bulan Ramadhan identik dengan tersedianya banyak makanan enak, badan lemas, perut lapar dan malas. Akan tetapi bagi umat muslim hal tersebut justru malah menjadi nikmat tersendiri meskipun mereka harus menjalankan rutinitas harian seperti bekerja, kuliah atau mengurus rumah tangganya.

Tinggal menghitung hari umat Muslim akan memasuki bulan suci Ramadhan, dimana pada bulan tersebut penuh dengan keberkahan dan pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Oleh karena itu untuk lebih mempersiapkan mental dan kelancaran selama menjalani ibadah puasa, maka segenap sivitas akademika di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) mengikuti sholat Dzuhur berjamaah dan siraman rohani pada (25/6) di Auditorium, GPP FKUB.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh Jajaran Pimpinan (Dekan, Para Pembantu Dekan), Para Pejabat Struktural (KTU dan Kasubbag), Kajur dan Sekjur, Kalab, Karyawan, Dosen dan Mahasiswa FKUB. Ustadz Abu Haidar menyampaikan tausiyah tentang “Manusia itu memang ditakdirkan dengan diciptakan dalam keadaan lemah, tetapi harus pasrah ” .

sholat berjamah 2Menurutnya, dalam setiap kehidupan manusia akan menghadapi masalah tetapi manusia yang memang diciptakan dalam keadaan yang lemah manusia harus berpasrah kepada Allah SWT, karena Allah adalah raja dari seluruh kerajaan yang ada dilangit dan bumi yang pasti akan selalu membantu hambanya yang sedang menghadapi masalah dan bisa bersabar untuk lulus dari ujian itu. Puasa mengajarkan kita untuk selalu berpasrah dan sabar, dari puasa kita merasakan ketidakberuntungan saudara-saudara kita yang  mungkin tidak setiap hari bisa makan seperti kita, tegasnya.

Oleh sebab itu meskipun kita bekerja dengan banyak sekali masalah dan perasaan lapar saat berpuasa kita harus berusaha tetap sabar, harapnya.

Sementara itu Dekan FKUB, Dr. dr. Karyono Mintaroem, SpPA mengatakan, kita semua diberikan kekuatan lahir batin dalam menghadapi ibadah pada bulan suci ramadhan. Manusia seringkali memiliki kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja, kalau kita mempunyai kesalahan segeralah meminta maaf.
Kami berharap setelah ramadhan nanti kita semua dapat memperbarui kualitas hidup dan perilaku kita semata – mata untuk beribadah dan ridho dari Allah SWT, ungkapnya. (An4nk)