Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 31 Oktober 2012 , oleh angga , pada kategori Berita

foto_peresmian_gedung_irna1Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) mempunyai banyak sekali potensi bidang akademis, research dan prestasi – prestasi membanggakan ditingkat nasional. Dengan diresmikannya gedung IRNA I ini diharapkan kita bisa meningkatkan proses belajar mengajar yang sesuai dengan visi misi UB dan RSSA untuk meningkatkan mutu dan layanannya ditingkat Internasional. Untuk itu kerjasama – kerjasama dengan Perguruan Tinggi dan Rumah Sakit diluar negeri harus dijalin untuk menuju cita-cita kearah internasionalisasi tersebut”. Merupakan sambutan dari Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito saat meresmikan gedung Instalasi Rawat Inap I (IRNA- I) di RSSA, Kamis (18/10)

Rektor  yang didampingi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) serta Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar Malang ini secara resmi menandai pembukaan dan penggunaan gedung 5 tingkat dengan dana mencapai Rp. 8, 5 M  yang dikerjakan dalam waktu 1,5 tahun.

Ketua pelaksana pembangunan IRNA I, dr. Putu Moda Arsana, SpPD, KEMD melaporkan, gedung ini dikerjakan dalam waktu 1,5 tahun dan terdiri dari 5 lantai yang masing-masing lantai akan difungsikan sebagai laboratorium, ruang dosen dan staf, ruang pertemuan dan lain-lain. 4 Lab/SMF yang akan menempati gedung tersebut diantaranya; Lab Ilmu Penyakit Dalam, Lab. Ilmu Penyakit Saraf (Neurologi), Lab. Ilmu Penyakit  Kulit dan Kelamin, dan lab. Ilmu Penyakit Paru.

Sementara itu Dekan FKUB, Dr. dr. Karyono Mintaroem, SpPA menyampaikan,  gedung ini dalam pembangunannya melawati beberapa tahapan. Dalam beberapa tahapan ini kami harus mengadakan 3 kali kontrak pembangunan dengan 3 kontraktor dimana 2 kontraktor sebelumnya tidak dapat membangun sesuai dengan kesepakatan waktu, sedangkan kontraktor kedua tidak mampu menyelesaikan sehingga kami memutuskan kontrak kerja. “Yang Ketiga kami menjalin kontrak kerja dengan kontraktor yang bisa tepat waktu, tepat biaya dan mudah-mudahan tepat mutu”, ungkapnya.

Selanjutnya, pembangunan gedung ini bukan berasal dari APBN akan tetapi merupakan dana yang disumbangkan oleh para mahasiswa dan orang tua serta masyarakat, sehingga diharapkan dengan bersumber dana pada PNBP akan lebioh baik lagi untuk pengembangan dan pengelolaannya.

Disamping itu Direktur RSSA, Dr. dr. Basuki B. Purnomo, SpU menambahkan, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN- PT) mensyaratkan para lab/smf dirumah sakit pendidikan untuk memiliki sarana dan prasaran yang mampu menunjang kemajuan masing-masing lab saat ada akreditasi.

Ia juga berharap dengan adanya panambahan gedung yang bisa berfungsi untuk clinical skill lab seperti ini, karena para mahasiswa ini harus mempunyai skill yang mumpuni sebalum mereka melakukan tindakan langsung ke pasien. Semoga UB bisa memberikan bantuan biaya pembangunan lagi pada IRNA lain sehingga hal ini akan menambah mutu layanan, wawasan dan kinerja kita. (Ang)