Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 1 April 2013 , oleh angga , pada kategori Berita

Universitas Brawijaya dalam usianya yang ke 50 tahun telah mewujudkan pengembangan potensinya dengan berbagai prestasi dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat. Hal ini menunjukkan UB mampu meningkatkan kiprah dan eksistensinya sebagai wadah menuju World Class Entrepreneurial University (WCEU).

Salah satunya yaitu Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) yang saat ini telah mencapai usia ke – 49 tahun. Fakultas yang dulunya  berawal dari sebuah sekolah kedokteran swasta bernama “Sekolah Tinggi Kedokteran Malang (STKM)” ini didirikan pada tanggal 14 September 1963, dan akhirnya sampai pada tanggal 14 Januari 1974, Sekolah Tinggi Kedokteran Malang resmi bergabung dengan Universitas Brawijaya yang berstatus perguruan tinggi negeri dan berganti nama menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Dalam rangka memeriahkan Dies Natalisnya yang ke 49, Fakultas yang lahir dengan nomor urut ke 8 ini menyelenggarakan beberapa kegiatan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Pengabdian Kepada masyarakat diantaranya: Jalan Sehat, Sarasehan Alumni,  Panggung Gembira dan Pembagian Door prize, Operasi Mata Katarak dan Temu Alumni (Gathering).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (15/12) ini dihadiri oleh Rektor beserta Ibu, Para Dekan dan Para Pembantu Dekan dilingkup UB, Dekan FKUB yang didampingi Para Pembantu Dekan di FK , staf Administrasi, Dosen, Alumni serta seluruh keluarga besar FKUB.

Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, MS dalam sambutannya menyampaikan, FKUB sebagai pengemban tugas pelaksana pembinaan bagi tenaga kesehatan yang cukup tua di Malang saat ini telah mempunyai banyak peran dimasyrakat. Diusianya yang hamper separuh abad ini FKUB sudah banyak sekali menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Selanjutnya, Guru Besar Fakultas Pertanian ini berharap dengan semakin meningkatnya potensi dan prestasi yang dihasilkan oleh sivitas akademika FKUB, maka UB akan semakin dipercaya oleh masyarakat untuk mengembangkan pembelajaran dibidang Kesehatan, harapnya. (Ang)