Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 2 Agustus 2013 , oleh angga

sejarah1Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya berawal dari sebuah sekolah kedokteran swasta bernama Sekolah Tinggi Kedokteran Malang (STKM) yang didirikan pada tanggal 14 September 1963. Namun kegiatan pendidikan kedokteran sudah dikenal 17 tahun sebelumnya di Malang.

Sekitar tahun 1946, sebagian besar staf pengajar eks-sekolah kedokteran di Surabaya NIAS (Nederlands Indische Artsen School), STOVIT (School Tot Opleidig Van Indische Tandartsen), mahasiswa tingkat lanjut eks- IKA DAIGAKU/SHIKA IGAKUBU (sekolah kedokteran gigi di zaman pendudukan Jepang) dari Jakarta dan Surabaya membentuk perkumpulan di Malang . Perkumpulan ini pada masa revolusi dan dalam pengungsian meneruskan pendidikan melalui pendirian Balai Pendidikan Tinggi Kedokteran/Kedokteran Gigi pada tahun 1946 , dengan memanfaatkan fasilitas Rumah Sakit Tentara Divisi VII, sekarang RSUD dr. Saiful Anwar dan Rumah Sakit Umum ,sekarang Rumah RSAD Soepraoen Malang. Dari proses inilah lahir 12 lulusan dokter gigi pertama di Republik Indonesia yang berasal dari perguruan tinggi dalam negeri. Pada bulan Juni 1947, kegiatan pendidikan terpaksa dihentikan, setelah penjajah Belanda berhasil menduduki kota Malang. Setelah penyerahan kedaulatan, pendidikan kedokteran kemudian dilanjutkan di Jakarta dan Surabaya dengan tenaga dan fasilitas yang lebih lengkap.

sejarah2Kelahiran PTKM dan STKM. Pemikiran untuk mendirikan kembali Sekolah Tinggi Kedokteran di Malang muncul kembali pada tahun 1960-1962. Dengan dukungan para tokoh masyarakat, panitia ad hoc Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Malang, memulai pembentukan Panitia Pendiri Fakultas Kedokteran. Atas dukungan dari pejabat-pejabat sipil dan militer di kota Malang , maka dapat diresmikan pembukaan : Perguruan Tinggi Kedokteran Malang (PTKM) pada tanggal 14 September 1963 oleh Menteri Kesehatan saat itu : May.Jen. dr. Satrio, dengan menampung 105 mahasiswa angkatan pertama. Selanjutnya tanggal 18 Maret 1964 PTKM diubah dan terdaftar di Departemen Perguruan Tinggi No. 76/B.swt/P/64, menjadiSekolah Tinggi Kedokteran Malang (STKM), dengan fasilitas pendidikan yang terbatas, namun kaya semangat , dedikasi dari para : pendiri, pengajar, sekretariat,mahasiswa, orang tua siswa, instansi terkait serta pengorbanan dari masyarakat yang menjadi komponen pendidikan dokter.

Dari STKM menjadi FK Universitas Brawijaya

sejarah3Sejak berdiri tanggal 14 September 1963 sampai menjadi FK Universitas Brawijaya (FK UB), STKM telah berganti 5 kali pimpinan, mulai: Kol.dr.Sambiono, dr.G.Djauhar(ahli bedah), Kol.dr.P.Mamahit, dr. G.Djauhar,dr.M.Mudarso. Dalam perjalanan STKM pernah menggunakan kantor sekretariat gedung: Gaperoma, Kes.Dam Brawijaya.Kegiatan perkuliahan dan praktikum juga menggunakan fasilitas: Rumah Sakit Umum, RS Tentara, IKIP Malang (sekarang UM),Dinas Kesehatan,RS Jiwa Lawang dll. Dengan diawasinya pendidikan kedokteran swasta oleh National Board Consortium Medical Science (NB/CMS), maka STKM juga telah mengikuti proses evaluasi pendidikan, berupa ujian: E1,E2,E3a, E3b, dan E4a untuk calon dokter muda (DM) dan ujian dokter dilakukan oleh FK UNAIR Surabaya. Semangat untuk maju juga telah ditunjukkan dengan adanya kerjasama penelitian kedokteran (gondok endemis) di Kabupaten Malang dengan tim dokter dari Toho University Japan. Sebelum penegrian STKM hanya mampu mencetak 31 dokter melalui ujian NB/CMS .

sejarah4Sejak tanggal 1 Januari 1976 STKM telah mendapat predikat FK Negeri dan menjadi bagian dari Universitas Brawijaya Malang, sehingga selanjutnya seluruh proses pendidikan dan ujian dari 765 mahasiswa dan 426 dokter muda dilakukan sendiri oleh 53 dosen tetap dan 36 tidak tetap.Fasilitas gedung FK UB dulu menempati beberapa gedung pinjaman dari fakultas lain, sebelum mampu membangun komplek gedung FK UB sekarang. Perkembangan pendidikan kedokteran di FK UB berjalan lebih maju dan hal ini terbukti dari penilaian akreditasi A , oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (surat No.003/BAN-PT/Ak-XI/S1/2008), dan selanjutnya sampai saat ini FK UB telah memiliki: 16 Program studi (prodi) pendidikan dokter spesialis, Prodi Ilmu Keperawatan,Gizi Kesehatan, Kedokteran Gigi, Farmasi,Kebidanan.Disisi lain pendidikan pasca sarjana yang sudah berjalan adalah: Program Magister (S2) Ilmu Biomedik, Manajemen Rumah Sakit (MMRS), Keperawatan,Kebidanan, serta Program doktor (S3) Ilmu Kedokteran.

Penegerian STKM

sejarah5Sejak berdiri tanggal 14 September sampai penegerian tanggal 1 Januari 1974, STKM telah berganti dekan sebanyak 5 kali, berturut-turut yaitu dr. Sambiono, dr.G.Djauhar, dr. P. Mamahit, kembali dr. G. Djauhar dan dr. Moedarso. Setelah melalui perjuangan yang tidak mudah, akhirnya pada tanggal 1 Januari 1974 keluarlah SK Men.Dik.Bud No. 001/0/1974 tentang penegerian dan peresmiannya dilaksanakan oleh Menteri sendiri pada tanggal 23 Februari 1974 bersamaan dengan Dies Natalis UNIBRAW ke XI. Akhirnya pada tanggal 14 Januari 1974, Sekolah Tinggi Kedokteran Malang resmi bergabung dengan Universitas Brawijaya yang berstatus perguruan tinggi negeri dan berganti nama menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya FK UB.

SekretariatFKUB

Pada saat penegerian FK UNIBRAW secara fisik belum memiliki kampus. Sampai dengan tahun 1975 kantor/Sekretariat FK UB berada di gedung GAPEROMA Jl. Bromo 25 Malang. Setelah itu Serkretariat FKUB dipindahkan ke Jl. Guntur 1 menempati bekas Kantor Pusat UNIBRAW. Tahun berikutnya setelah Kantor Pusat UNIBRAW selesai dibangun, kantor FK pindah lagi menempati ruang gambar Fakultas Teknik.

Perkuliahan dan Praktikum

Perkuliahan dan praktikum yang semula menggunakan fasilitas IKIP Malang, pada tahun 1975 mulai menggunakan laboratorium Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik, sedang laboratorium anatomi masih tetap di RST. Soepraoen jl. Sukun. Untuk Ruang Kuliah, beberapa laboratorium masih menggunakan ruangan-ruangan yang dipinjamkan oleh RS dr. Saiful Anwar.

Pelaksanaa Ujian

Ujian-ujian untuk kenaikan tingkat mahasiswa FKUB masih tetap dilaksanakan oleh NB/CMS (National Board Consortium Medical Sciences) Yaitu E1, E2, E3a, E3b, kemudian untuk bisa mengikuti coas (DM) harus lulus ujian E4a.

Setelah FKUB mempunyai dosen tetap sebanyak 53 orang dan dosen tidak tetap 36 orang, maka NB/CMS dengan suratnya tertanggal 21 Juli 1976, No. 446/DN/1976 memberi kewenangan kepada FKUB untuk menguji dokter sendiri.

Dengan kewenangan tersebut maka mahasiswa yang pada saat penegerian berjumlah 765 orang dengan 426 dokter muda yang sudah lulus ujian NB/CMS-E3b, bisa diuji sendiri dan dapat diselesaikan dalam waktu 2,5 tahun. Mengingat saat penegerian hanya 1 orang dokter yang dihasilkan STKM, 30 dokter hasil ujian NB/CMS, berarti sejak tahun 1976 semua dokter adalah dokter lulusan FK UNIBRAW.

Selanjutnya, sesuai dengan perencanaan kampus Univ. Brawijaya, maka gedung untuk FK dibangun di bagian Tenggara kampus di daerah Sumbersari.

Akreditasi Fakultas Kedokteran

Untuk menentukan statusnya, maka Fakultas Kedokteran perlu diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi. Saat ini Fakultas Kedokteran telah terakreditasi dan mendapatkan nilai A dengan Surat No.003/BAN-PT/Ak-XI/S1/2008.

Dalam perkembangan selanjutnya, sesuai dengan kebutuhan masyarakat,maka FKUB membuka Jurusan / Program Studi yaitu :

Ilmu Keperawatan pada tahun 1999 (program alih jenjang), 2001 mahasiswa baru

Gizi Kesehatan pada tahun 2004

Kedokteran Gigi pada tahun 2008

Farmasi pada tahun 2009

Kebidanan pada tahun 2009

Sesuai dengan kebijakan Rektor yang mewajibkan bahwa setiap Program Studi S2 dan S3 harus berada di bawah Fakultas masing – masing, maka saat ini dibawah FK UB ada beberapa Program Pascasarjana antara lain :

Program Magister (S2) Ilmu Biomedik

Program Magister (S2) Manajemen Rumah Sakit (MMRS)

Program Magister (S2) Keperawatan

Program Magister (S2) Kebidanan

Program Doktor (S3) Ilmu Kedokteran

Demikian juga di bidang pendidikan profesi dokter spesialis, FKUB telah memiliki 16 Program Studi Pendidikan dokter spesialis.