Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 16 Juni 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Angka penyebaran hepatitis B kian lama semakin meningkat, khususnya di Indonesia. Saat ini, Indonesia termasuk salah satu negara dengan penderita hepatitis terbanyak diantara 11 negara lainnya di Asia Tenggara. Data lapangan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes – RI) tahun 2007 – 2012 menunjukkan bahwa jumlah penderita infeksi hepatitis B melebihi 31 persen dari jumlah penderita  hepatitis secara keseluruhan.

Sekitar 50 persen dari penderita hepatitis B dan C di Indonesia diperkirakan akan berkembang menjadi gangguan hati kronis dan 10 persennya berpotensi menjadi kanker hati. Peningkatan penderita hepatitis dari tahun 2000 hingga 2012 mencapai angka hampir 20 persen. Pada akhir tahun 2013, Kemenkes mencatat sebanyak 9 dari 100 orang atau sekitar 25 juta penduduk Indonesia terinfeksi hepatitis.

Tingginya infeksi hepatitis B tersebut diduga karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit Hepatitis dan bahkan sebagian besar mungkin tidak memahami tentang apa yang dimaksud dengan hepatitis. Para pengidap infeksi Hepatitis B dan C sering tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi virus Hepatitis, hal ini terjadi karena tidak bergejalanya penyakit ini bahkan bertahun – tahun sejak penderita terinfeksi. Itulah alasan terbesar mengapa masyarakat perlu mendapatkan pengetahuan mengenai penyakit hepatitis terutama B dan C, lebih besar dari infeksi virus yang lain.

Pencegahan selalu lebih baik disbanding pengobatan termasuk dalam konteks penyakit hepatitis. Namun sayangnya deteksi dini hepatitis B masih tergolong sulit dan terkesan relatif mahal untuk dikerjakan di layanan kesehatan primer karena keterbatasan sarana. Peran aktif dan partisipasi pemerintah sangatlah penting guna mewujudkan hal tersebut.

Pada peringatan hari Hepatitis Dunia tahun 2012, kami telah berhasil membentuk Komunitas Peduli Hepatitis (KPH) sebagai wujud kepedulian dari  pasien dan keluarga penderita terhadap perang melawan hepatitis. Tonggak awal yang baik inilah yang menjadikan pendorong bnagi kami untuk memperluas wawasan masyarakat umum tentang makna pentingnya kesadaran terhadap infeksi Hepatitis.

Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Dunia yang jatih pada tanggal 28 Juli tiap tahunnya, maka kali ini Divisi Gastroenterohepatologi, Lab/ SMF Ilmu Penyakit Dalam FK-UB/RSU Dr. Saiful Anwar malang akan mengadakan berbagai macam kegiatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hepatitis dimulai dari ceramah awam dan seminar untuk masyarakat umum serta tehaga kesehatan. Juga terdapat kegiatan skrining Hepatitis B khususnya pada ibu hamil dengan tujuan deteksi dini Hepatitis B dan mencegah penularan pada janin.

Kegiatan dengan tema “Prevent Hepatits It’s up to you” ini bertujuan untuk deteksi dini Hepatitis B pada populasi resiko tinggi yaitu ibu hamil dan mencegah penularan kepada janin, meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Hepatitis khususnya hepatitis B dan C mulai dari pencegahan hingga pengobatan serta sebagai bentyuk sosialisasi adanya wadah Komunitas Peduli Hepatitis di Malang.

Menurut dr. Syifa Mustika, SpPD selaku Ketua Pelaksana peringatan hari hepatitis 2015 menambahkan, dalam kegiatan kami kali ini ada beberapa sasaran antara lain populasi resiko tinggi yaitu ibu hamil, tenaga kesehatan meliputi dokter dan paramedic serta kader Puskesmas serta masyarakat pada umumnya.

Bentuk kegiatan akan dilakukan skrining Hepatitis terhadap ibu hamil dan ibu yang merencanakan kehamilan dengan jumlah sekitar 50 orang per puskesmas , ceramah awam dan seminar kesehatan bagi Ibu hamil dan masyarakat umum pada masing –masing  Puskesmas sebanyak 50 orang dan RS, Hermina sejumlah 100 peserta, sedangkan untuk  Jalan sehat (walk hepatitis) sekaligus simbolik seremonial acara hari Hepatitis Sedunia yang diikuti praktisi kesehatan (dokter, perawat, analis laboratorium), mahasiswa kedokteran, mahasiswa keperawatan, komunitas peduli kesehatan dan masyarakat umum dengan jumlah peserta sebanyak  500 orang.

Ditambahkan oleh alumni FKUB angkatan 1995 ini kami telah melaksanakan kegiatan ini pada jum’at – sabtu (5-6/5) dipuskesmas Gondanglegi dan SumberPucung Kabupaten Malang serta Puskesmas Kedung Kandang, Dinoyo, dan RS. Hermina Kota Malang. Sedangkan untuk jalan sehat akan kami laksanakan pada minggu 26 Juli di Car Free Day Jl. Ijen Boulevard Kota malang. (An4nk/Humas FKUB)