Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 16 September 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Sabtu (12/9) Program Studi Ilmu Gizi Kesehatan – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya menyelenggarakan kegiatan Sumpah Dietisien bagi 7 orang lulusannya.

Hadir pada kesempatan ini Dekan yang didampingi Wakil Dekan I, Ketua dan Sekretaris Program Studi Ilmu Gizi Kesehatan, Ketua Persagi dan Staff dilingkungan Prodi Gizi FKUB.

Ketua Program Studi Ilmu Gizi FKUB Dr. dr. Endang Sriwahyuni, MS dalam laporannya menjelaskan, Hari ini merupakan babak baru dalam pengabdian kepada masyarakat dimana saudara harus menjunjung tinggi profesi gizi.

Menurutnya, dengan adanya AFTA (Asean Free Trade Area), persaingan dunia kerja akan semakin tinggi, maka dari itu saudara wajib untuk meningkatkan kemampuan baik dibidang keilmuan maupun keprofesian. Agar dapat menjadi tuan rumah dinegeri sendiri dan kalau memungkinkan dapat mengabdikan ilmu ke area yang lebih luas dan global.

Namun  sebelum itu, jangan lupa saudara masih memiliki PR untuk mengikuti uji kompetensi yang sedang dipersiapkan oleh Majelis tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI), pesannya.

Selanjutnya, Ratih Pusputaningsih selaku perwakilan dari wakil lulusan Dietisien mengatakan, hari ini merupakan puncak dari proses pendidikan profesi gizi yang kami jalani. Hari ini, kami akan mengucapkan sumpah dan mengawali karir kami sebagai seorang Dietisien setelah menempuh pendidikan profesi gizi selama 15 bulan, katanya.

Ia menambahkan, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada instructor dan site supervisor kami yang selalu memberikan bimbingan dan motivasi kepada kami selama menjalani profesi gizi. Selain tiu kami juga mengucapkan banyak terima kasih yang tak terhingga kepada pihak lahan tempat kami menjalani praktik pendidikan profesi gizi, antara lain: RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dan RSUD Dr. Iskak Tulungagung (pada rotasi gizi klinik), Wahan Visi Indonesia Surabaya dan Puskesmas Kepanjen (pada rotasi gizi komunitas), RS PHC Surabaya, RSUD dr. Iskak Tulungagung, RS Persada Malang, RSAL dr. ramelan Surabaya, SDIT Insan Permata Malang, Islamic Internasional Boarding School Tazkia Malang, LPIT Ar-Rohman Malang, dan panti Asuhan YWI Batu (pada rotasi foodservice management).

Meskipun hari ini adalah puncak dari proses pendidikan profesi gizi yang kita jalani, namun ini juga merupakan awal dari karir kita sebagai ahli gizi. Negara kita telah menanti tanggungjawab kita, serta kontribusi kita sebagai ahli gizi dalam menanggulangi berbagai masalah gizi yang ada dihadapan kita, seperti gizi kurang, gizi lebih, gizi yang terkait penyakit degenerative, maupun gizi untuk orang sehat.

Sementara itu, Dekan FKUB Dr. dr. Sri Andarini, MKes dalam sambutannya menegaskan, bahwa para ahli gizi juga dituntut untuk memberikan pelayanan prima sehingga harus ada pengembangan dalam diri setiap dietisen.

Pada kesempatan yang sama Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Jawa Timur Agus Sri Wardoyo  Lulusan ahli gizi mempunyai peluang kerja yang luas di masyarakat.  Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) saat ini, puskesmas dan rumah sakit diharuskan mempunyai ahli gizi.

“Berdasarkan Perda saat ini, puskesmas diharuskan mempunyai ahli gizi minimal dua orang. Sedangkan bagi rumah sakit jika tidak mempunyai ahli gizi, maka ijinnya akan dicabut. Rumah sakit yang ingin mendapat akreditasi, juga harus memilki ahli gizi,”katanya.
Agus juga berpesan agar setiap ahli gizi terus mengupdate ilmunya seiring dengan perkembangan zaman.

“Tugas seorang dietisen sangat berat dengan kondisi life style seperti saat ini. Daya beli masyarakat semakin meningkat sehingga diperlukan ketersediaan makanan bergizi yang banyak juga,”tegasnya. (An4nk)