Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 11 Juli 2012 , oleh angga , pada kategori Berita

Kegiatan Pengabdian Masyarakat atau Pengmas telah selesai dilaksanakan. 783 mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya didampingi oleh dokter, tenaga farmasi, nutrisi dan apoteker serta tenaga medis dari Puskesmas setempat bersama-sama memberikan pelayanan kesehatan kepada kurang lebih 420 warga Dusun Krajan dan Dusun Busu, Desa Slamperejo, Kecamatan Jabung, Malang.

“Masalah kesehatan terbanyak yang dirangkum oleh peserta Penmas adalah mengenai sanitasi, kebersihan dan ketersediaan air. Selain permasalahan itu, masalah kesehatan juga kerap ditemui, antara lain tingginya jumlah penderita hypertiroid atau gondok akibat kekurangan iodium dan asam urat”, ujar Wahyu Wisnu Wardhana, Humas Penmas FK.
Terbatasnya jumlah air yang tersedia di kedua desa tersebut mempengaruhi kesehatan dan kebersihan warganya. Warga di dua dusun ini selalu mengalami kesulitan air saat musim kemarau dating. Namun berdasarkan pengamatan di lokasi, mayoritas penduduk kedua dusun ini adalah peternak sapi perah, sehingga yang terjadi adalah mereka harus berbagi air kepada hewan ternaknya.

Tidak hanya air, masalah kebersihan juga menjadi sorotan peserta Penmas. “Apabila dipresentasikan, 98 persen masyarakat tidak memiliki tempat sampah, sehingga mengganggu kesehatan warga”, tutur Wahyu.

Namun begitu, jumlah usia lansia di kedua dusun ini lebih banyak dibandingkan dengan usia yang lebih muda. Hal ini dikarenakan penduduk desa ini masih mampu melakukan aktifitas fisik sehingga dapat mencapai usia rata-rata 70 hingga 80 tahun.

Kegiatan yang dilaksanakan antara lain Bina Keluarga, Periksa Sn Konsultas Gigi Gratis, Bersih Desa, Pemeriksaan Ibu dan Anak, Penyuluhan Kesehatan dan lain sebagainya. Tidak hanya memeriksa kesehatan warga, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi warga dusun setempat perihal kesehatan. Pengabdian Masyarakat ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya sebagai bentuk pembelajaran bagi para calon dokter serta sarana mengabdi kepada masyarakat. [Vicky/ang]