Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 18 Pebruari 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan primer baik di puskesmas atau klinik, Laboratorium Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) menggelar Malang Primary Care Update 2015, Sabtu (14/2). Kegiatan yang mengusung tema “Pre-hospital Emergency in Trauma” ini diselenggarakan untuk pertama kalinya di Auditorium GPP FK lantai enam.

Ketua Panitia dr. Arief Alamsyah, MARS menyampaikan, selama ini penanganan kegawatan darurat di puskesmas atau klinik sangat minim, sehingga seringkali pasien dirujuk ke rumah sakit.

“Seminar ini diharapkan dapat menambah wawasan penanganan kegawatan darurat bagi para tenaga medis di pelayanan kesehatan primer, sehingga pasien bisa mendapat penanganan yang baik dan benar tanpa harus ke rumah sakit,” katanya.

Kegiatan yang dikemas dalam program Visiting Professor ini mendatangkan pakar Family and Emergency Medicine dari University of Iowa Carver College of Medicine. Salah satunya yaitu Prof. Mark A. Graber, MD, MSHCE, FACEP yang menyampaikan materi “Primary Care Management for Traumatic Musculoskeletal Injury”.

Dalam presentasinya, Graber menerangkan penanganan pada kegawatan ortopedik. “Di puskesmas atau klinik jangan sampai terjadi salah penanganan, kalaupun keadaannya gawat dan harus dirujuk ke rumah sakit, sebisa mungkin diperbaiki terlebih dahulu di puskesmas untuk mengurangi kerusakan lebih parah yang dapat terjadi,” ungkapnya.

Ia mengatakan tiga poin penting dalam penanganan kegawatan ortopedik. “Pertama, pastikan posisi splint sesuai fungsi. Misalnya pada kasus dislokasi jari tangan, splint jangan dipasang tegak tapi curva untuk menghindari kekakuan dan agar kelak dapat berfungsi normal. Yang kedua, gips digunakan untuk memperbaiki keadaan. Apabila pasien mengeluh sakit maka lepaskan. Poin terakhir, jaga agar vaskularisasi berjalan baik,” paparnya.

Selain Graber, pemateri yang hadir yaitu Jason Wilbur, MD membawakan materi “Primary Care Management for Traumatic Head Injury”; Lisa Soldat, MD, MS, FAAFP (Management of Obstetric Emergency in Primary Health Care); dr. Ari Prasetyadjati, SpEM (Ambulance Protocol in Emergency Medical System); dr. Arief Alamsyah, MARS (Communication in Emergency Situation); dr. M. Kuntadi SH, SpOT (Immobilization Technique With Splints and Dressings on Musculoskeletal Trauma) dan dr. Antonius Freddy, SpEM (Management of Increased Intracranial Pressure in Patients with Head Injury).

Di akhir acara, Arief Alamsyah berharap para partisipan yang hadir dalam seminar ini bisa membentuk suatu komunitas primary care dimana mereka dapat bersama-sama belajar dan memperbaharui ilmu mengenai primary care. “Saya harap acara kegiatan ini dapat diselenggarakan rutin setiap tahunnya di FK UB,” pungkasnya. [Irene/denok/an4nk]