Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 15 Maret 2012 , oleh angga , pada kategori Berita

foto_tedIndonesia merupakan negara dengan tingkat bencana yang tinggi dibandingkan dengan Negara Jepang, hal ini dapat dilihat dari ancaman letusan gunung berapi, gelombang tsunami dan banjir bandang yang rentan terjadi. Hal inilah yang membuat tanda tanya besar bagi   5 mahasiswa dari Yamanashi – University Jepang yang melakukan rangkaian studi banding di FKUB, untuk mengetahui bagaimana kedahsyatan bencana alam di Indonesia serta peran serta team penanggulangan dan evakuasi korban bencana FKUB yang berbeda dengan negara mereka. Jepang hanya memiliki satu gunung berapi yaitu gunung Fuji yang dalam keadaan tidak aktif.

5 mahasiswa Jepang ini didampingi oleh beberapa mahasiswa dari Medical Student Commite International Affairs (MSCIA)  FKUB untuk mengadakan kunjungan ke unit tanggap darurat dan bencana FKUB. Kegiatan ini dipusatkan di Health Care Center, Team Emergency and Disaster (TED) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) pada hari Kamis (9/3).

Alfrina Hany, S. Kp, M.Kep selaku sekretaris TED – UB dalam pemaparannya menjelaskan,  FKUB melalui TED – UB selama ini telah melakukan kegiatan sosial dalam membantu untuk meringankan beban baik para korban bencana letusan gunung berapi yang akhir – akhir ini terjadi, “ujarnya”. Tim tanggap bencana yang berasal dari gabungan para Dosen, Dokter, Perawat dan beberapa mahasiswa yang berasal dari Brigade Siaga Bencana Mahasiswa (BSM) serta relawan  untuk memberikan bantuan seperti : obat – obatan, pemeriksaan fisik dan psikis, pembagian bahan pangan dan air, masker, penyuluhan kesehatan, dapur umum dan lain-lain.

Selanjutnya dosen Program Studi Ilmu Keperawatan ini menambahkan, hal yang menjadi persiapan khusus dalam misi kemanusiaan ini adalah kesiapan fisik karena dalam satu shift tugas masing –masing anggota mendapat tugas untuk siaga selama 2  minggu. Jepang dan Indonesia memiliki ancaman yang berbeda, dikarenakan banyak sekali gunung berapi yang terdapat di Indonesia masih dalam keadaan aktif dan sewaktu –waktu bisa meletus. Berbeda dengan Jepang yang hanya mempunyai satu gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi sehingga mereka  antusias dengan gambaran efek bencana yang tidak pernah terjadi di negara mereka.

Dari gambaran yang di sampaikan Kisao (mahasiswa Yamanashi – University), merasa sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh tim gabungan dari kesehatan di FKUB. Menurutnya,  Bencana letusan sedahsyat  ini belum pernah terjadi di Jepang dan selama ini di Jepang juga belum terbentuk suatu tim yang melibatkan mahasiswa kesehatan didalamnya. Oleh karena itu, Kisao merasa senang bisa mendapat suatu pandangan baru untuk bisa disampaikan di kampusnya.

foto_ted1Selain itu, Kisao juga mempunyai kesan bahwa dia dan teman-temannya menemukan teman baru yang baik selama studi banding disini. Mereka juga selalu mendapat pendampingan dari lembaga MSCIA FKUB untuk mengunjungi beberapa Puskesmas dan Posyandu yang ternyata di Jepang juga tidak ada bentuk pelayanan mengerucut seperti ini. Merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Indonesia dalam hal pelayanan kesehatan, dikarenakan di Jepang hanya terpusat pada Rumah Sakit dan Klinik saja untuk berkonsultasi dan berobat sedangkan di pemerintah Indonesia sudah mengembangkan program layanan kesehatan sampai ke dalam, suatu hal yang luar biasa. (Ang).