Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 24 Pebruari 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Imaculata Goldnesia berhasil meraih medali emas dalam ajang Siriraj International Medical Microbiology, Parasitology, Immunology Competition (SIMPIC) 2015. Acara ini digelar oleh Fakultas Kedokteran Siriraj Hospital Universitas Mahidol Bangkok, Thailand, Jumat-Senin (30/1-2/2).

Dijelaskan Imaculata, kompetisi ini dibagi dalam empat babak. Babak pertama yaitu mengerjakan soal dan praktikum secara individu. Babak kedua cerdas cermat berkelompok, dimana Imaculata bekerjasama dengan tim dari UB yaitu Henry Wijaya (FK 2013), Andri Gonius (FK 2012), dan Randy Aliwarga (FK 2012). Selanjutnya dalam babak semifinal dilakukan cerdas cermat individu, dan babak final memecahkan kasus secara berkelompok.

Imaculata bersama ketiga temannya terpilih untuk mengikuti kompetisi ini setelah melalui seleksi di FK UB. “Seleksi yang kami ikuti meliputi ujian tulis dan wawancara. Setelah itu kami diminta menulis motivation letter atau surat yang menyatakan minat untuk mengikuti kompetisi ini. Kemudian kami membuat essay tentang Ebola,” papar mahasiswi angkatan 2013 ini.

Essay mengenai Ebola dibuatnya karena tema SIMPIC tahun ini adalah “Emerging Disease: From Principles to Application” yang dipicu oleh penyakit yang sedang marak saat ini yaitu Ebola. Kegiatan ini diikuti 36 tim dari kawasan Asia, masing-masing tim terdiri dari empat orang.

“Sebelum kompetisi, persiapan kami antara lain membahas buku-buku Mikrobiologi, mengerjakan soal-soal Mikrobiologi dan United States Medical Licensing Examination dengan bimbingan dosen Mikrobiologi FK UB dr. Siwipeni Irmawanti Rahayu, M.Biomed,” jelas Imaculata.

SIMPIC merupakan ajang bagi para mahasiswa kedokteran di seluruh Asia untuk bertukar pengetahuan dan minat mereka dalam bidang penyakit menular. Dari hasil penilaian, Imaculata berhak mendapat medali emas, sedangkan Andry Gonius dan Henry Wijaya mendapat medali perunggu. “Saya harap prestasi kami bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa kedokteran lain untuk mengembangkan minat di bidang Mikrobiologi,” pungkasnya. [Irene/denok/an4nk]