Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 14 September 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran menuntut rumah sakit pendidikan melakukan perubahan secara terus menerus. Hal tersebut dikarenakan eratnya korelasi antara pendidikan dengan pelayanan tenaga kesehatan terkait keselamatan pasien. Untuk itu, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) dan RSUD dr. Syaiful Anwar (RSSA) Malang menyelenggarakan Lokakarya Pendidikan Kedokteran Berfokus Pelayanan dan Keselamatan Pasien. Kegiatan ini digelar di Hotel Tugu, Rabu-Kamis (9-10/9/2015).

Lokakarya ini diikuti 148 peserta yang terdiri dari pejabat struktural dan fungsional RSSA, Dekan FK-UB beserta jajaran, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, serta staf RSSA dan FK-UB. Ketua Panitia Sri Endah Noviani, SH, M.Sc menyampaikan, dari kegiatan ini diharapkan dapat terbentuk kesepakatan pedoman tetap untuk penyempurnaan dan regulasi tata laksana administrasi.

Hari pertama lokakarya diisi dengan berbagai materi diantaranya Pelaksanaan Pelayanan dan Pendidikan di Instalasi Gawat Darurat RSSA, Dokter Penanggung Jawab Pasien, dan alur pelayanan oleh dr. Istan Irmansyah Irsan, Sp.OT-Komdik, Pengelolan Pembiayaan dan Realisasi Pembiayaan Pendidikan di RSSA oleh FKUB yang disampaikan Dr. dr. Loeki Enggar Fitri, M.Kes., Sp.Par(K), serta Quality Assurance and Quality Improvement oleh dr. Syaifullah Asmiragani, Sp.OT (K).

Sementara itu hari kedua dilakukan sidang komisi dan presentasi hasil. Terdapat enam komisi yang diangkat untuk disepakati pedomannya yaitu pendidikan dokter, pendidikan dokter spesialis dan sub spesialis, dosen, kerjasama, fasilitas, dan pelayanan oleh peserta didik.

Di akhir acara dilakukan perumusan hasil akhir lokakarya RSSA-FKUB serta pembuatan komitmen bersama RSSA-FKUB yang dihadiri direktur RSSA, Dekan, para Wakil Direktur, Wakil Dekan, dan Ketua Komisi. Selain itu juga dilakukan penandatanganan dokumen tentang pedoman penyelenggaraan pendidikan dan surat keputusan bersama, adendum PKS, serta komitmen bersama. [Irene/ An4nk - Humas UB]