Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 5 Juni 2014 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PS. PDS I) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB)  menyelenggarakan “Lokakarya dan Pelatihan Sistem Pengelolaan Program Pendidikan Dokter Spesialis” pada Selasa sampai dengan Kamis (20- 22/5) di Auditorium lantai 6 GPP.

Dalam laporannya dr. Eko Ari Setijono Sp. S (K) selaku Ketua PS. PDS menjelaskan, kegiatan dilandasi dengan adanya kebutuhan dan rapat koordinasi dimana sangat diperlukan sistem integrasi dalam pelaksanaan pendidikan dokter spesialis.

Menurutnya perkembangan PDS saat ini sangat pesat dengan memilki 600 mahasiswa aktif dan per januari 2014 lulusan kita telah mencapapai 300 dokter spesialis yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Pendidikan Dokter Spesialis sendiri pada dasarnya mempunyai beberapa paradigma yakni dibawah Kolegium, Fakultas Kedokteran (dibawah Kemendikbud), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sehingga kami berharap kita bersama – sama  dapat menyamakan persepsi  untuk memajukan pendidikan dokter spesialis FKUB – RSSA meskipun dari departemen yang berbeda.

Sementara itu Dekan FKUB menyatakan inti dari kegiatan dari pelaksanaan program pendidikan spesialis adalah dari prodi itu sendiri tentunya sesuai dengan peraturan dan undang – undang serta keputusan yang telah ditetapkan.

Lebih jauh Dr. dr. Karyono Mintaroem, SpPA mengingatkan bahwa kegiatan maupun proses pendidikan di prodi sepesialis harus bisa dijabarkan dan di rangkai dalam matriks pendidikan. Jadi semua seluruh peserta didik harus didata sejak mereka masuk sampai dengan mereka lulus dokter spesialis dengan adanya matriks seperti itu maka kita tidak akan mengalami kesulitas saat data tersebut diperlukan sewaktu-waktu.
Menurut catatan UB Pendidikan dokter spesialis FKUB telah mendapatkan pengakuan bahwa data dan kelengkapan matrikulasinya paling baik diantara prodi-prodi se Universitas Brawijaya. Diharapkan nantinya bisa terus ditingkatkan dan sebagai bahan untuk memperbaiki matrikulasi pendidikan di PS-PDS, ujar spesialis Patologi Anatomi ini. (An4nk)