Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 1 September 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

launching fkub menulisUpaya meningkatkan kompetensi dan peningkatan kualitas dosen dalam menulis buku bagi para sivitas akademika (tenaga Pendidik dan Kependidikan) dilingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) tentunya dilakukan dengan tidak main-main dan akan difasilitasi secara khusus.

Keseriusan Dekan beserta para Wakil Dekan serta para Guru Besar diFKUB yang didukung oleh Rektor UB terlihat dari dilaksanakannya “Launching Kegiatan “Sabtuan” FKUB Menulis” pada Sabtu (29/8).

Ketua panitia launcing Kegiatan Sabtuan FKUB Menulis, Prof. Dr. dr. Edi Widjajanto, MS., SpPK (K) dalam laporannya menegaskan, kegiatan ini merupakan salah satu lanjutan dari rangkaian Gerakan FKUB Menulis yang diselenggarakan pada tahun 2014 lalu.

Selanjutnya ia mengatakan, bahwa pada hari ini merupakan action dari cita-cita kami menjadikan gagasan-gagasan dari sivitas akademika menjadi sebuah buku nyata. Saat ini telah ada sekitar 198 individu penulis yang telah berupaya menggagas untuk menulis buku, dan dari jumlah tersebut ada 72 yang sudah melengkapi bukunya ada penulisnya, ada gagasannya dan telah menentukan siapa yang dijadikan fasilitatornya atau partner kepakaran serta pendamping manuscriptnya. Sedangkan 116 lainnya saat ini sedang menentukan siapa fasilitator dan pendampingnya.

Kami berharap semua elemen sivitas akademika baik itu dosen, tenaga admin serta para mahasiswanya dapat berkontribusi dalam penulisan buku ini.  Disamping itu saya juga berharap dukungan dari semua pihak terutama dari Bapak Rektor di tingkat Universitas dan Dekan ditingkat Fakultas.

Dalam sambutannya Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Mochammad Bisri, MS menyampaikan apresiasi atas inisiasi dan dukungan serta upaya dari para penggagas dan pimpinan FKUB yang memang betul-betul ingin meningkatkan kompetensi sivitas akademikanya untuk menghasilkan sebuah tulisan dalam bentuk buku.

Saya masih ingat pertama kalinya kegiatan ini akan dilaksanakan saya berfikir ini gagasan yang sangat baik dan saya berharap kegiatan ini dapat menginfluence bagi semua fakultas yang ada di UB, katanya.

Selama ini kita fokus terhadap Jurnal baik nasional maupun Internasional yang memang dalam fungsinya jurnal yang terpublikasikan menambah poin dalam akreditasi baik Prodi, Fakultas maupun Universitas. Selanjutnya, Jurnal sangat penting oleh karena itu Jurnal sangat ditekankan oleh Dikti sebagai standar penilaian dalam akreditasi sehingga kita kebanyakan menulis jurnal daripada buku, akan tetapi Dikti tidak melihat bahwa sebenarnya Buku merupakan hal yang sama pentingnya dengan jurnal.

Kami dari pimpinan sudah berupaya menfasilitasi para dosen terlebih dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan rincian pendanaan sebesar 3 juta rupiah (penelitian) dan 1,5 juta rupiah (pengabdian kepada masyarakat). Disamping itu kami juga telah memberikan pendanaan yang cukup besar bagi perpustakaan kita dalam hal belanja buku referensi, akan tetapi dana tersebut sepertinya masih belum efisien apabila kuota pembaca (sivitas akademika UB) tidak selalu berkunjung ke perpustakaan untuk membaca dan mencari refernsi buku yang kami sediakan.

Oleh karena itu, saya berharap dengan adanya upaya membuat gerakan FKUB Menulis juga dapat ditularkan ke fakultas-fakultas lain agar membuat gerakan serupa sehingga nantinya akan terbit buku-buku referensi kita sendiri yang diterbitkan oleh UB Press dan akan dilengkapi dengan mesin alat anti plagiarisme.

Pada kesempatan yang sama Dekan FKUB Dr. dr. Sri ANdarini, M. Kes juga mengucapkan terima kasih atas upaya tim gerakan FKUb Menulis. “Kita tahu bahwa visi, dan misi kita adalah menuju ke taraf Internasional.

Dengan adanya kegiatan Gerakan FKUB Menulis buku ini semoga kita bisa meningkatkan informasi serta wadah penyampai ide kita untuk meningkatkan kompetensi generasi penerus kita berikutnya.

Pencegahan Plagiarisme ini sangat penting, dalam kegiatan sabtuan ini bapak – ibu semua tidaklah memiliki keharusan dan kewajiban untuk selalu hadir dalam setiap perjumpaan. Kami berharap kapanpun bapak – ibu telah berhasil menyelesaikan atau membuat konsep penulisan  buku kapanpun bisa menemui para fasilitator. Kami selaku pimpinan fakultas akan selalu mendukung tidak hanya dalam masalah penulisan buku, akan tetapi kami juga berharap bapak-ibu bersedia untuk menulis jurnal-jurnal ilmiah lainnya.

Memang saat ini FKUB dananya sedang terserap untuk pembangunan 2 gedung di UB dan di RSSA sedangkan RSAUB yang didanai oleh APBN , akan tetapi kami sudah menghitung-hitung anggaran kita masih cukup untuk mendanani dan menfasilitasi karya bapak-ibu semua, imbuhnya.

Ia juga berpesan dengan jargon “do writing right now” tidak mudah memang untuk menulis buku, akan tetapi kalau tidak dimulai dari sekarang tidak akan tercipta suatu karya bagi penerus bangsa. (An4nk-HumasFKUB)