Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 25 November 2014 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Siapapun bisa terjangkit suatu penyakit ketika sedang berada di rumahsakit. Infeksi yang ditimbulkan bisa berasal dari berbagai macam bakteri,salah satunya adalah bakteri  Staphylococcus aureus. Demikian dikatakan Guru BesarMaster Program In Biomedical Science dari Erasmus University MedicalCenter, Prof. Henri A Verbrugh., MD., Ph. D., FIDSA dalam kuliah tamu diFK, Kamis (20/11).

Dikatakan oleh Prof Henri bahwa infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri Staphylococcusaureus dapat menginfeksi luka bekas operasi. Menurutnya, luka bekas operasimenjadi penyumbang terbesar infeksi akibat bakteri S. Aureus.
Selain dari luka bekas operasi, infeksi bakteri Staphylococcus aureus bisa menyebabkanEndokarditis, infeksi pada prosthetic device, CAPD peritonitis, luka dikulit, luka bakar, dan lain sebagainya.

Selain infeksi bakteri Staphylococcus aureus, ancaman keselamatan pasien bisa jugadisebabkan oleh penggunaan obat-obatan yang berlebihan.

Penggunaanobat-obatan yang bisa mengancam keselamatan pasien salah satunya adalahantibiotik.”Berbagai macam obat-obatan akan membuat mikroorganisme menjadi resistantyang bisa mengancam keselamatan pasien di kemudian hari,”katanya.

Untuk menjamin keselamatan pasien, beberapa langkah pencegahan diupayakan,yaitu mengurangi akses ke ruang operasi, menjaga temperatur suhu ruangan,tidak mencukur kulit pasien, dan penggunaan antimicrobial prophylaxissecara tepat.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa keselamatan pasien menjadi hal utamayang harus diperhitungkan. Kelalaian dari tenaga medis bisa menyebabkansuatu kesalahan yang dapat menyebabkan cedera ringan hingga kematian.

Di Amerika Serikat tingkat kematian pasien yang disebabkan oleh kelalaiantenaga medis mencapai 7-14 persen per tahun atau sekitar 50.000 sampai100.000 angka kematian.

Sedangkan di Belanda dari survey yang dilakukan pada 21 rumah sakit padatahun 2005-2006, 2.3 persen pasien cedera karena kelalaian, dan adasebanyak 8 persen meninggal.

“Kami tenaga medis adalah manusia biasa. Maka kami juga bisa melakukankesalahan. Namun kami berusaha untuk meminimalisir kesalahantersebut,”katanya.

Sementara itu, kuliah tamu Prof. Henri A Verbrugh., MD., Ph. D., FIDSA  merupakan kegiatan yang diadakan oleh Program Magister Ilmu Biomedik (master program in biomedical sciences) Fakultas Kedokteran UB.

Kegiatan tersebut dibiayai PHK UB yang didapat oleh program Magister Ilmu Biomedik.
Kegiatan kuliah tamu merupakan kegiatan awal dari serangkaian visiting professor termasuk pendampingan penulisan jurnal internasional yang akan dilaksanakan selama tiga hari (24-26/11).[Oky/an4nk]