Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 18 November 2011 , oleh angga , pada kategori Berita

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB)  mengadakan seminar atau kuliah tamu tentang Pharmacology yang dipandu oleh Dr. Roy Khrisna dan tim dari Touro University, Nevada, USA.  Seminar ini merupakan hasil kerjasama dengan “ KAPLAN ”yang berpusat di Jakarta. Kegiatan yang diikuti mahasiswa dan dosen ini dilaksanakan pada jum’at, (17/11/11) diruang Auditorium lantai 6, Gedung Pusat Pendidikan (GPP), Fakultas Kedokteran.

Pembantu Dekan I, Dr. dr. Sri Anadarini, M.Kes,  dalam sambutannya menyampaikan, “ terima kasih atas kepercayaan KAPLAN dalam melaksanakan kembali seminar kedua  ini  di Fakultas Kedokteran UB, diharapkan kerjasama ini akan baik kedepan “.

Selain itu, Dr. dr. Retty Ratnawaty, M.Sc mengatakan, “ setiap negara ketika dimasuki oleh dokter dari negera lain, maka mereka ingin tahu apakah dokter itu mempunyai kompetensi dokter seperti yang diharapkan negera tersebut.  Karena tentunya setiap kasus yang ditemukan pada pasien tidak selalu sama, maka diperlukan penanganan khusus dan  hal ini disebabkan oleh faktor geografis dimasing-masing negera yang berbeda.

Selanjutnya, dosen Fakultas Kedokteran ini menambahkan , jika United States Medical Licensing Examination (USMLE) sebenarnya hampir sama dengan Uji Komepetensi Dokter Indonesia (UKDI), tetapi Amerika telah lebih dahulu menerapkan Uji Kompetensi ini selama puluhan tahun yang lalu. Sedangkan KAPLAN sendiri merupakan sebuah lembaga pendidikan yang telah membantu puluhan ribu dokter diseluruh dunia untuk melewati ujian United States Medical Licensing Examination (USMLE) yang diperuntukkan bagi dokter yang akan melanjutkan pendidikan spesialis di Amerika. KAPLAN yang di Indonesia berpusat di Jakarta.

Sementara itu,  ada satu mahasiswa FK yang telah terklarifikasi sudah lulus USMLE tahap satu, rencananya mahasiswa ini akan melanjutkan studi spesialis di Amerika. Hal yang menarik jika lulus USMLE ini adalah para calon dokter yang menempuh spesialis tidak harus membayar seperti halnya di Indonesia. Akan tetapi,  mereka akan digaji oleh pihak pemerintah USA karena dianggap membantu peran dokter dan rumah sakit disana, “ lanjutnya”. (Ang)