Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 18 Oktober 2013 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Program Pasca Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) menyelenggarakan Kuliah Tamu yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Magister S2 dan Program Doktor S3 yang dilaksanakan pada hari Selasa (17/9) di Ruang Auditorium lantai 6, GPP FKUB. Selain para mahasiswa hadir dalam kesempatan tersebut Kaprodi S2 Ilmu Biomedik dan Sekprodi S2 Ilmu Biomedik serta para Dosen Pasca Sarjana FKUB.

Kuliah Tamu ini menghadirkan 2 pembicara antara lain : 1). Prof. Dr. Mustofa, M. Kes dengan judul presentasi “Pendekatan Interdisiplin dalam Pengembangan Obat Tradisional”. dan pembicara 2). Firdayani, M. Farm (BPPT Serpong – Tangerang) dengan judul presentasi “Pencarian Obat Baru dengan Pendekatan Pemodelan Molekul dan Kemoinformatik”.

Dalam pemaparannya Prof. Mustofa menyampaikan, peranan obat tradisional khususnya tanaman obat dalam pemeliharaan kesehatan manusia diberbagai negara disunia telah dikenal sejak lama. Menurutnya, World Health Organization (WHO) memprediksi hingga saat ini sekitar 3,3 miliar penduduk di negara –negara berkembang, yang jumlahnya hamper 80 % penduduk dunia masih memanfaatkan pengobatan tradisional untuk pemeliharaan kesehatannya. Bahkan dinegara – negara maju penggunaan obat dari bahan alam semakin meningkat, terangnya.

Dengan semakin meingkatnya penggunaan tanaman obat dalam upaya pemeliharaan kesehatan maka penting untuk dilakukan penelitian – penelitian ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan untuk mengkaji keamanan dan efektivitas tanaman obat. Dalam hal ini ada dua strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan tanaman obat yaitu sbagai fitotarma dan sebagai obat modern, untuk mengembangkan keduanya memerlukan pendekatan secara interdisiplin yang melibatkan berbagai bidang ilmu, ungkap Guru Besar bidang Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah mada Yogyakarta tersebut.

Sementara itu Firdayani, M. Farm mempresentasikan,  usaha penemuan dan pengembangan obat baru pada umumnya bersifat coba – coba (trial and error) sehingga dibutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama dan memerlukan terobosan serta inovasi agar pengebangan dan penemuannya tetap layak secara ekonomi. Cara rasional yang dapat dilakukan antara lain melakukan pendekatan pengembangan senyawa yang telah ada, yang sudah diketahui secara molekul dan aktivitas biologisnya, kemudian dilakukan modifikasi molekul atau mensintesis sejumlah turunannya, tandasnya.

Berkembangnya ilmu teknologi terutama komputer, rancangan obat rasional mempunyai prospek yang cerah dalam pencarian obat baru. Kegiatan ini diawali dengan melakukan simulasi dockling dan dinamika senyawa penuntun dan turunannya menggunakan pemodelan molekular dan kemoinformatik untuk memprediksi interaksinya dengan reseptor yang bertanggungjawab atas timbulnya penyakit. (An4nk)