Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 28 Mei 2012 , oleh angga , pada kategori Berita

foto_sajiangizi2Sebagai calon ahli gizi yang nantinya berperan dimasyarakat maka mahasiswa dibimbing untuk mengembangkan pengetahuan dan mengenal budaya wilayah ataupun Negara lain melalui menu makanan dan cita rasanya. Oleh karena itu, sebanyak 54  mahasiswa yang terbagi dalam 8 kelompok dari mahasiswa semester II Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) melaksanakan praktikum untuk menunjang mata kuliah  Fundamental Diet and Cullinery (FDC) I.

Beberapa menu masakan continental dari Eropa disajikan saat kegiatan praktikum ini  dilaksanakan pada Rabu (23/5) yang dipusatkan di laboratorium dapur Gizi FKUB.
Laksmi Karunia Tanuwijaya, S.Gz (dosen Jurusan Gizi FKUB) mengatakan, “tujuan dilaksanakannya praktikum ini adalah untuk memperkenalkan kepada mahasiswa bahwa ahli gizi harus mengenal macam-macam masakan dari nusantara, Asia, Eropa dan Internasional karena tidak menutup kemungkinan peran ahli gizi yang memiliki kemampuan dalam hal teknik mengolah, tampilan yang menarik serta rasa yang lezat akan menjadi nilai tambah bagi ahli gizi tersebut”, katanya.

Ia menuturkan, “para mahasiswa semester II kelas 2A ini belum mempunyai pengalaman dalam menampilkan masakan secara menarik dan mereka akan dinilai dari rasa, teknik mengolah dan tampilannya”, ungkapnya. Para mahasiswa ini akan dibekali dengan  mata kuliah pada semester 4 yaitu “ Nutritions Enterpreunership “ untuk lebih bisa mengeksplorasi dan membuat suatu produk yang bisa dikomersilkan.

foto_sajiangiziSelanjutnya ia menambahkan, hal yang menjadi pembeda antara Jurusan Gizi dan Tata Boga adalah dalam hal teknik mungkin hampir sama tetapi dalam hal pembagian tugas per individu untuk bekerjasama membuat suatu masakan yang boleh dan tidak boleh diberikan kepada pasien penderita penyakit tertentu dan perhitungan nilai gizi yang menjadi pembedanya. “Para mahasiswa ini dibantu oleh Bu Elli (ahli Tata Boga Jurusan Gizi) dalam membuat tampilan yang menarik”,  jelasnya.

Meskipun kesulitan dalam mencari bahan baku  disupermarket besar untuk membuat sajian continental Eropa hari ini, tetapi mereka mempunyai management dan kerjasama yang baik untuk membagi tugas dalam praktikum ini, sehingga apa yang disajikan sudah  lumayan dalam hal  tampilan dan rasanya.

Selain itu, Laksmi berharap agar mahasiswa ini nantinya mencari sebanyak mungkin menu masakan Internasional serta mengenal dan mengkreasikan aneka jenis masakan melalui informasi-informasi resep untuk memambah referensi dalam menampilkan makanan secara menarik. (Ang)