Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 16 November 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Menempati wilayah dengan luas sekitar 1, 3 % luas permukaan bumi Indonesia merupakan negara potensial dengan  total 17 % dari seluruh spesies yang ada dibumi (30.000 jenis tanaman)  terdapat diIndonesia. Pernyataan tersebut merupakan bukti bahwa negara kita luar biasa kaya akan potensi sumber daya alamnya dan keanekaragaman hayati tinggi didunia.

Bahkan sejumlah tanaman sejenis rumput liar pun dapat dijadikan obat tradisional yang berguna bagi kesehatan tubuh manusia.  Tentu saja pengobatan asli negara kita dapat dibuktikan dengan sudah dipergunakannya tanaman tumbuh liar sebagai obat sejak jaman nenek moyang kita dahulu.

Berbekal keingintahuan dari para saientis inilah yang mendasari para peneliti dari Kelompok Peneliti Physalis Universitas Brawijaya (KPP – UB) untuk meneliti manfaat buah Ciplukan (Physalis)  yang tumbuh liar dan kini mulai langka tetapi sangat berguna bagi tubuh manusia.

Kelompok peneliti Physalis (KPP-UB) merupakan kelompok peneliti dengan berbagai disiplin ilmu yang berasal dari internal UB (FK UB dan FMIPA UB) dan Eksternal UB (UNAIR, ITB dan UGM) yang mempunyai semangat untuk mengembangkan obat tradisional hingga menjadi produk farmasi. Tujuan dari para peneliti ini adalah menghasilkan sedian obat herbal terstandar yang bertujuan untuk mengatasi Post Menoupausal dan hipertensi yang dapat diproduksi secara missal serta menghasilkan produk ilmiah (jurnal, buku ajar dan lain-lain).

Bekerjasama dengan beberapa pakar penelitian tanaman obat herbal di Indonesia, KPP – UB melaksanakan kegiatan “Seminar Potensi Tanaman Physalis Sebagai Obat Tradisional Yang Unggul Dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Indonesia”  yang dilaksanakan pada Senin (2/11) di Ruang 107 Gedung Graha Medika Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB).

Dalam seminar ini dihadirkan beberapa pemateri antara lain :  1. Mustofa, Prof. Dr., M.Kes., Apt. (Departemen Farmakologi dan Terapi FK – UGM) dengan judul materi “Strategi Pengembangan Physalis sebagai Obat Tradisional”., 2. Ir. Retno Mastuti, MAgr.Sc., DAgr.Sc (Jurusan Biologi – Fakultas MIPA – Universitas Brawijaya) dengan judul materi “Pengembangan in vitro tanaman obat untuk standarisasi bahan baku”., 3. Dr. dr. Setyawati, M.Kes (FK UB) dengan judul materi “Keamanan Tanaman Physalis” ., 4. Aniek Setiya Budiatin (Fakultas Farmasi – Unair) dengan judul materi “ Formulasi dan Evaluasi Karakteristik Fisikokimia Dari Sustain Release Tablet Herbal”. 5. Mansur Ibrahim (Pendiri Royal Medika – Makasar) dengan judul materi “Peran Industri Terhadap Pengembangan Obat Herbal”. (an4nk- HumasFK)