Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 4 November 2019 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI)  mencatat sebaran  lulusan Dokter Spesialis masih  jauh dari harapan terutama diwilayah Pelosok, Perbatasan dan daerah – daerah  membuat Kementerian Kesehatan melaksanakan beberapa program formulasi bagaimana para lulusan Dokter Spesialis di Indonesia turut serta melaksanakan target pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di seluruh pelosok negeri.

Luasnya wilayah di Indonesia dengan berbagai keanekaragaman budaya sekaligus sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan minimnya transportasi penghubung antar pulau menjadi salah satu tantangannya.  Oleh sebab itu, Kemenkes melalui PPSDM mengembangkan program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PDGS) harapannya,  “mengetuk hati” para calon dokter spesialis di FKUB mau berpartisipasi dan berkontribusi aktif  sehingga kebutuhan dokter spesialis didaerah daerah tersebut dapat terpenuhi.

Dekan FKUB Dr. dr. Wisnu Barlianto, MSi, Med, SpA (K) dalam sambutannya mengatakan, saat ini kami memiliki 18 Prodi dan FKUB akan segera menambah 2 prodi spesialis.

Tentunya FKUB sangat mendukung kegiatan atau program  ini, setelah sebelumnya  kami telah beberapa kali diundang oleh Kemenkes untuk membahas hal ini, kalau kita cermati lulusan Pendidikan Dokter Spesialis sangat dibutuhkan sekali terutama daerah pelosok-pelosok,  sehingga ini bisa dikatakan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab kita sebagai penyelenggara pendidikan perlu bersinergi dengan pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kami menyadari bahwa banyak sekali program atau formulasi yang diusung oleh Kemenkes untuk memeratakan sebaran dokter spesialis di Indonesia, dari pertemuan – pertemuan FK se-Indonesia dengan Kemenkes beberapa waktu yang lalu, perlu kami sampaikan kepada seluruh mahasiswa Pendidikan Dokter Spesialis sekalian, bahwa jumlah total  biaya saudara selama pendidikan spesialis adalah 30 – 60 juta rupiah per/semesternya, namun di FKUB mahasiswa kita hanya membayar 10 juta, ini artinya apa? ada subsidi besar dari pemerintah buat pendidikan dokter spesialis di Indonesia termasuk saudara, jadi bukan serta merta para mahasiswa yang mengikuti proses akademik di Pendidikan Dokter Spesialis membayar mandiri da nada keengganan untuk mengabdikan diri pada negeri, tegas dokter spesialis anak ini.

Sehingga perlu disadari ada kewajiban besar dan panggilan bagi seluruh lulusan spesialis FKUB untuk ikut serta dalam mendukung pemerintah dan mengabdikan diri  dalam  meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia terutama diwilayah terpencil, Harapnya.

Ditambahkan oleh Kabid. Perencanaan  dan Pendayagunaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan – RI dr. Nurrahmiati, MKM dalam pemaparan presentasinya dihadapan Dekan, Kajur Spesialis, KPS dan Kepala Departemen dan perwakilan Mahasiswa Pendidikan Dokter Spesialis FKUB, menyampaikan bahwa kami telah berkeliling untuk mensosialisasikan program PDGS ke 14 FK dari beberapa Fakultas Kedokteran penyelenggara pendidikan spesialis se –Indonesia.

Sejauh ini sebaran lulusan dokter Spesialis terbanyak berada dikota besar seperti Jakarta, Yogyakarta dan Bali dan kota –kota besar lainnya, namun masih banyak daerah terutama desa terpencil, pelosok, perbatasan dan kepulauan di Indonesia yang sangat membutuhkan tenaga dokter  spesialis, terutama didaerah timur seperti NTT, Papua dan wilayah – wilayah timur lainnya. Tegas ahli dokter Ahli Kesehatan masyarakat ini.

Selanjutnya, Beliau berharap para calon spesialis di FKUB ini tergugah untuk dapat mengikuti program ini dan siap ditempatkan dimanapun selama 12 bulan lamanya, banyak regulasi dan langkah –langkah kebijakan bagi para peserta yang berminat untuk bergabung menjadi bagian dari program ini mulai dari  memberikan bantuan biaya hidup, tempat singgah dan gaji sebesar 22 juta – 30 juta rupiah tiap bulannya dan fasilitas –fasilitas lainnya.

Tentunya penempatan seluruh peserta PDGS ini telah kami atur dan telah kami tetapkan hanya ditempatkan di Rumah Sakit Provinsi, RS Pemerintah Daerah dengan status Negeri dan telah terakreditasi sesuai dengan data yang telah ditetapkan oleh Kemenkes, sehingga seluruh peserta diharapkan mampu melayani masyarakat Indonesia sesuai dengan fasilitas dan sarana prasarana dengan maksimal.

Saat ini kami masih membuka hanya untuk 5 Program Spesialis yang menurut kami paling dibutuhkan didaerah terpencil antara lain: Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Bedah dan Anastesiologi dan Terapi Intensif, jelasnya.

Dalam kesempatan ini juga turut dihadiri oleh Kolegium Anastesi dan Terapi Intensif Indonesia Prof. Dr. dr. Nancy Margarita R. SpAn. KIC.KNA, Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia Dr. dr. Aryono Hendarto, SpA (K), Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur  Drg. MVS. Mahanani, M.Kes, Kepala Bidang SDM Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Malang Dra. Psi. Latifah Hanun. Informasi lebnih lanjut mengenai proram ini dapat diakses di  http://pgds.kemkes.go.id/ (an4nk- Humas FKUB)