Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 29 Juli 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Dalam rangka peringatan Hari Hepatitis Sedunia Departemen Gastro Endro Hepatologi – Lab/SMF Ilmu Penyakit Dalam RSSA – FKUB menyelenggarakan World Hepatitis Day 2015, yang dilaksanakan pada Minggu pagi  (26/7) di Pusat Car Free Day  (CFD) Jalan Ijen Boulevard Kota Malang.

Dalam kegiatan ini Panitia bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Malang, yang didukung oleh Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang, Pemerintah Kota Malang dan Dewan Perwakilan Daerah Kota Malang yang ditandai dengan penandatanganan deklarasi dan aksi long march membagikan brosur dan sosilasi bagi masyarakat yang sedang beraktivitas di CFD.

Berawal dari kepedulian terhadap sesama kegiatan ini merupakan upaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan pola hidup sevara teratur.  Berdasarkan data  Hepatitis saat ini telah banyak menyerang masyarakat Indonesia  dan penting sekali bagi kami para dokter sebagai tenaga kesehatan memberikan pencegahan dan deteksi dini bagi masyarakat Malang, ungkap Ketua Pelaksana dr. Syifa Mustika, SpPD.

Penyakit yang  disebabkan virus dan menyerang melalui proses peradangan pada hati ini terkadang tidak disadari oleh penderita oleh karena itu melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat lebih waspada dan segera deteksi dini dan berkonsultasi dengan dokter apabila terdapat gejala-gejala ini, tutur Almuni FKUB angkatan 95 ini.

Selanjutnya Ia menambahkan, Hepatitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Virus dan ada banyak macam jenis Hepatitis yakni A – G, akan tetapi umumnya masyarakat kita seringkali terkena virus Hepatitis A dan E yang ditularkan melalui saluran pencernaan sedangkan B, C dan D ditularkan melalui cara-cara yang lain seperti kontaminasi melalui jarum suntik (bagi para pecandu dan pemakai narkoba), kontak darah dan free sex, jelasnya.

Bagi penderita Hepatitis A dan E gejala yang dirimbulkan antara lain mata menjadi kuning dan penyembuhannya membutuhkan waktu yang sedikit dan sempurna. Akan tetapi bagi penderita Hepatitis B dan C umumnya mereka tidak menyadari gejala vitrus yang sedang menyerangnya sampai kemudian sakit. “Ketidaktahuan dan minimnya kesadaran masyarakat kita untuk deteksi dini tentang kesehatan yang nampaknya menjadi salah satu faktor tingginya angka serangan hepatitis di Indonesia” tegasnya.

Dr. Syifa berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat semakin sadar tentang status kesehatannya, bagaimana cara pencegahan dan langkah apa yang harus ditempuh untuk mengetahui sistem imun dirinya. Menurutnya, masyarakat tidak perlu segan untuk datang berkonsultasi ke dokter tanpa harus sakit terlebih dahulu, penting sekali memperhatikan dan mencegah penyakit yang akan menyerang kita.  Selain konsultasi ke dokter masyarakat harus mengatur pola makan, olahraga secara teratur, imunisasi dan vaksinasi serta cek lab apabila diperlukan.

Selain itu proteksi diri dengan menjauhi narkoba terutama dengan memakai jarum suntik secara bergantian, hindari pula sex bebas karena kita tidak pernah tahu virus apa yang akan ditularkan kepada kita melalui hal itu dan sebagai bentuk perhatian kami juga membuka klinik konsultasi tiap hari Selasa  dan Kamis di poli  Gastro Entro Hepatologi  -  RSSA, tambahnya.

Turut Hadir pada kesempatan ini  Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKUB, Ketua Bakordik RSSA, Anggota DPRD Kota Malang, Dokter IPD RSSA,  PPDS dan Co Ass. (An4nk/ Humas – FKUB)