Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 4 Juni 2013 , oleh angga , pada kategori Berita

Jumlah tenaga medis di Indonesia, khususnya dokter, dirasa masih sangat minim dan persebarannya juga belum merata. Hal inilah yang menjadi tugas besar bagi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam mensukseskan Program Indonesia Sehat yang berkaitan dengan program Internsip untuk terjun dimasyarakat nyata dan langsung selama 1 (satu) tahun.Hal tersebut disampaikan oleh dr. Untung Suseno Sutardjo (Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan) dan Prof. Dr. dr. Mulyohadi Ali (Ketua Komite Internship Dokter Indonesia) dalam program  Talk Show “Coffe Break” yang disiarkan secara langsung oleh TV ONE pada Senin (20/5).

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. dr. Mulyohadi Ali menyatakan saat ini kita sedang berupaya untuk membuat program Internship wajib bagi para dokter baru sebagai langkah untuk mensukseskan program pemerintah “Indonesia Sehat Bersama Tenaga Kesehatan Berkualitas” dengan penempatan dan penyebaran dokter di seluruh 33 propinsi di Indonesia. Teknisnya harus dibangun kerjasama dengan Instansi Rumah Sakit TNI / POLRI dan rumah sakit swasta lainnya untuk membantu dan menjadi tempat Internship dilaksanakan pada masing – masing daerah. Peningkatan jumlah dokter juga harus seiring dengan peningkatan kompetensi lulusan dokter kita, khususnya di lingkup Asia. Harapannya ke depan, dengan mengacu World Medical Education Curriculum, dokter lulusan Indonesia dapat diakui didunia Internasional.

Guru Besar FKUB ini menambahkan, kompetensi lulusan dan kurikulum terbaru saat ini masih terus dikembangkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Di masa mendatang, dokter diharapkan memiliki kemampuan dalam manajemen pelayanan paripurna. (Ang/RR)