Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 15 Agustus 2016 , oleh Editor FKUB , pada kategori Agenda Kegiatan

APPS (Asia Pacific Pharmaceutical Symposium) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh IPSF APRO (Asia Pacific Regional Officer) yang diadakan di Ilsan, Korea Selatan selama kurang lebih 7 hari mulai tanggal 9 hingga 15 Juli 2016. Acara ini dihadiri oleh sekitar 300 mahasiswa farmasi Asia Pasifik yaitu Australia, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Thailand, Selandia Baru, Taiwan, Aljazair, Sudan, Turki dan negara tuan rumah Korea Selatan. Banyak hal yang telah dilakukan selama APPS seperti simposium, workshop, field trip, rekreasi, kampanye kesehatan masyarakat, lomba poster (poster ilmiah dan poster public health, kompetisi PCE (Patient Counseling Event) dan CSE (Clinical Skill Event), welcoming party, Korea Night, international night, malam pelelangan dan malam gala telah diadakan.

Ada 4 simposium yang diadakan tahun ini seperti :
1. Simposium Ilmiah. Simposium ini menjelaskan tentang ‘ FDA Role in of Infectious Disease as a Gate Keeper’ yang mempresentasikan peran KFDA terhadap penyakit infeksius terutama menekankan bahwa pemerintah harus memiliki rencana kontingensi pada prevalensi penyakit menular dan siap untuk mengeksekusi rencana tersebut dalam keadaan darurat. Sementara ‘ Vaccine Research for Developing Countries: International Vaccine Institute’ menjelaskan beberapa infeksi bakteri yang menyebabkan masalah permasalahan serius di negara-negara berkembang dan menunjukkan contoh pengembangan vaksin Shigella. Dengan menghadiri simposium tersebut, peserta bisa belajar peran apoteker untuk menangani penyakit menular baik secara administrasi dan ilmiah.

2. Simposium Pendidikan. Topik simposium ini adalah tentang ‘ Challenges and Future of the Hanmi Bio R&D’. Hanmi telah meningkatkan investasi di daerah R&D terutama untuk produk-produk biologis baru. Sebagai hasil dari pekerjaan mereka, dikembangkan obat baru untuk diabetes dimana half-life telah diperpanjang. Topik kedua adalah tentang ‘ Bio-similar and Its Regulatory Approval’ yang memperkenalkan konsep dasar dan proses untuk mendapatkan persetujuan peraturan untuk produk biosimilar. Simposium pendidikan memberi kesempatan peserta untuk belajar tentang konsep dasar biosimilar dan bagaimana mengembangkan dan mendapatkan persetujuannya.

3. Simposium Budaya. Simposium ini memberi kuliah tentang ‘Modern Hanbokology’ yang menjelaskan motivasi bisnis. Sepanjang kuliah ini, peserta mampu memahami budaya Korea, khususnya hanbok dan cara untuk mengembangkan budaya tradisional mereka.
4. Simposium Humanistik. Topik simposium adalah tentang ‘Why Interdisciplinarity Matters to Pharmacists’ yang menekankan farmasi adalah ilmu interdisipliner dan apoteker harus memiliki kemampuan untuk memecah batas.

Delegasi dapat memilih 5 dari 20 pilihan workshop yang disediakan oleh panitia. Beberapa pilihan yang dapat diikuti, yaitu How to Control Emerging Infectious Diseases with Antiviral Drugs, Public Health Show, Pre-Patient Counseling Event (PCE), Emerging Infectious Diseases and Pharmacists, Pre-Clinical Skills Event, Characterization of Biological Function for Antibody Drugs, Trends of Technology for Antibody-Based Therapeutics Development, Good Pharmacist Practice Education, Clinical Skills Event Individual, Medical Beauty Trend in Asia, Pharmaceutical Industry in Asia Pacific, Communication Skill of Pharmacists, Anti Microbiotic Resistance, WHO Assembly, Contact Person/Student Exchange Officer, Closed Door PCE Beginner/Advanced, Patient Counseling Event Final Beginner/Advanced, dan Clinical Skills Event Individual Jeopardy. Jika mengikuti perlombaan pada APPS peserta harus mengikuti workshop terkait, contohnya jika mengikuti lomba Public Health Show artinya peserta harus mengikuti workshop Public Health Show.

Ketika field trip, delegasi memiliki kesempatan untuk datang ke berbagai tempat di Korea Selatan. Beberapa tempat yang ada di field trip APPS antara lain Yuhan Corporation (kami mengunjungi pabrik Yuhan Corporation dan bisa belajar tentang proses pembuatan obat oleh sistem otomatis), Perusahaan Farmasi Bakjae (karena Perusahaan Farmasi Baekjae adalah pusat distribusi, peserta tertarik dan ingin tahu tentang berapa apoteker bekerja di pabrik), Korea Centers for Disease Control and Prevention (kami belajar tentang bisnis dari Pusat Korea untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dan mengunjungi pabrik ‘LG Household and Healthcare), Rumah sakit Dongguk University Ilsan (kami melihat sekeliling rumah sakit dan belajar tentang terapi kombinasi obat oriental dan barat), Pusat Kesehatan Deokyang-gu (kita belajar bagaimana Korea telah mengambil upaya dalam mengembangkan kesehatan masyarakat dan melihat fasilitas-fasilitas yang ada), National Cancer Center (petugas rumah sakit menjelaskan bagaimana untuk mengobati kanker dan menekankan ‘Proton Theraphy’, Layanan Asuransi Kesehatan Nasional Rumah sakit Ilsan (kami mengunjungi ruang peracikan steril dan pusat rehabilitasi medis, juga belajar tentang hidro theraphy dan robot theraphy), Korea’s Ministry of Food and Drug Safety (kami mengunjungi banyak laboratorium dan mendengar penjelasan tentang cara untuk membedakan kualitas rendah dari makanan atau obat-obatan), dan farmasi Komunitas (peserta kuliah tentang sistem kefarmasian di Korea dan melihat sekeliling apotek terdekat Dongguk University, apoteker menjawab pertanyaan tentang pekerjaan mereka).

15th APPS Korea menggunakan tagline ‘Kampanye Anti Rokok’ sebagai tema untuk kampanye kesehatan masyarakat. Untuk lomba poster public health dan poster ilmiah peserta diharuskan untuk mengirim abstrak kegiatan pelayanan dan penelitian yang telah dilakukan. Setelah itu, panitia akan memilih 10 abstrak yang nantinya dipresentasikan 7 menit pada presentasi poster public health yang akan dinilai oleh juri. Delegasi dari farmasi UB dan berhasil lolos Public Health Show dari 10 besar dan mendapatkan kesempatan untuk menjadi juara sebagai “Best Design and Creativity”.

Welcome Party adalah acara pada hari pertama saat delegasi tiba di Korea Selatan, yang merupakan ajang delegasi untuk mengetahui APRO dan beberapa panitia yang menyelenggarakan acara tersebut, juga merupakan pertemuan pertama antara delegasi dari berbagai negara. Korea Night adalah acara dimana Korea sebagai host APPS mempertunjukkan budaya negerinya seperti tarian, makanan, permainan tradisional, pakaian, dan lain-lain. International Night merupakan acara dimana para delegasi bisa belajar lebih banyak tentang budaya-budaya di Asia Pasifik, bahkan bisa mencoba makanan khas dari berbagai negara secara gratis. Malam pelelangan merupakan acara dimana tiap negara bisa melelang barang khas dari negaranya seperti kain, pakaian, makanan, dan lain-lain. Uang hasil pelelangan akan digunakan untuk mengadakan acara kesehatan masyarakat yang dilakukan oleh APRO. Acara APPS diakhiri oleh malam gala yang merupakan acara terakhir dan kesempatan terakhir untuk bertemu sesama delegasi di APPS Korea.