Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 25 Pebruari 2016 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

delegasi indoensia di USADidirikan pada tahun 1955, satu decade setelah terbentuknya PBB, Harvard National Model United Nations (HNMUN) adalah konferensi terbesar, tertua, dan paling bergengsi di dunia. Dikelola sepenuhnya oleh mahasiswa Harvard College, HNMUN memfasilitasi lebih dari 3.000 mahasiswa dari perguruan tinggi dan universitas di seluruh dunia untuk mensimulasikan kegiatan PBB. HNMUN menawarkan kesempatan unik untuk merasakan tantangan negosiasi internasional dan diplomasi.

Tahun ini, delegasi dari Universitas Brawijaya yang terdiridari 10 delegasi dari fakultas yang berbeda mewakili negara Monaco di HNMUN 2016. Masing-masing delegasi ditempatkan di enam komite yang berbeda, yaitu: Disarmament And International Security Committee (DISEC), Social, Humanitarian And Cultural Committee (SOCHUM), Special Political and Decolonization Committee (SPECPOL), Legal Committee, World Health Organization (WHO), and World Conference on Women (WCW).

Kegiatan konferensi ini dilaksanakan pada Minggu – Selasa (14 – 16/2/2016) Bertempat di Boston Park Plaza Hotel, Massachusetts, USA dimulai dengan upacara pembukaan dan kemudian dilanjutkan dengan sesi komite pertama. Suasana terasa sangat kompetitif sejak awal. Semua delegasi memberikan pidato terbaik mereka dan menunjukkan keterampilan diplomasi yang sangat luar biasa.

Empat hari telah berlalu, dan akhirnya sesi komite terakhir pun tiba. Setiap sesi komite akhirnya menghasilkan sebuah rancangan resolusi, yang berisi berbagai solusi dan rekomendasi yang dikumpulkan dari seluruh delegasi, mengenai topik yang telah dibahas selama empat hari terakhir. Selama upacara penutupan, ada juga beberapa penghargaan seperti Honorable Mention, Outstanding Delegate, danBest Delegate bagimereka yang telah aktif berpartisipasi dalam diskusi dan debat selama sesi komite.

Selain Model United Nations sendiri, ada juga Social Venture Challenge (SVC). Acara ini diselenggarakan secara terpisah dari HNMUN 2016 dan dilakukan oleh The Resolution Project, yang mengajak mahasiswa untuk berlomba-lomba membentuk tim dan menyampaikan rencana mereka untuk melakukan aksi sosial yang kelak akan membuat dampak positif. The Resolution akan memberikan dana hingga US $ 3.000 untuk proyek yang terpilih tahun ini, delegasi dari Universitas Brawijaya berhasil lulus kebabak final SVC meski sayangnya, proyek PDG (Portable Dekomposer Sampah) tidak dipilih sebagai pemenang.

Secara keseluruhan, menjadi bagian dari HNMUN 2016 adalah kesempatan langka yang mungkin hanya akan terjadi sekali dalam seumur hidup saya. Keterampilan yang diperoleh selama kompetisi yang meliputi team building, public speaking, keterampilan diplomasi dan lainnya merupakan suatu pembelajaran yang luar biasa. Saya pribadi ingin mengucapkan terima kasih Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya atas dukungan dan kesempatan yang telah mengubah hidup saya. (Humas FKUB)