Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 6 Agustus 2014 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Senin (4/8), Segenap keluarga besar Civitas Akademika Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) dan Keluarga Besar RSUD Dr. Saiful Anwar Malang serta beberapa perwakilan dari Rumah Sakit Jejaring hadir dalam kegiatan silaturahmi dalam rangka Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H yang dipusatkan di Aula Gedung Graha Medika lantai 2 FKUB.

Dalam kesempatan tersebut hadir Dekan FKUB yang didampingi oleh Direktur RSSA, Para Pembantu Dekan, Para Wakil Direktur RSSA, Direktur Rumah Sakit Jejaring, Kepala Tata Usaha, Para Kasubbag, Para Kajur & Sekjur, Kaprodi & Sekprodi, Kepala laboratorium, Ketua TKP PS-PDS serta seluruh karyawan dan dosen dilingkungan FKUB.

Setelah 1 bulan  kita memerangi hawa nafsu, alhamdulilah kita telah berhasil memenangkannya. Semoga dengan upaya kita dalam sebulan yang lalu untuk dapat meningkatkan mutu pembangunan dibidang kesehatan di Indonesia  yang masih cukup jauh disebut sempurna. Semoga hal ini menjadi bermanfaat serta memperbarui semangat untuk membangun dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia dengan lebih baik. Dan kami berharap kerjasama yang sangat baik antara FK dan RSSA ini akan berkelanjutan agar kita dapat bersama – sama memajukan mutu kesehatan Indonesia melalui peningkatan mutu SDM yang unggul. Ungkap Direktur RSSA, Dr. dr. Budi Rahaju, MPH dalam sambutannya.

Sementara itu, Dekan FKUB Dr. dr. Karyono Mintaroem, SpPA menambahkan, sebulan ini kita diharuskan untuk memperbarui diri, dengan upaya sabar dan disiplin. Untuk itu marilah kita meningkatkannya untuk dapat diaplikasikan dalam proses kehidupan sehari –hari. Sebagai tenaga kesehatan kita harus bisa melayani dan melaksanakan tugas kita kepada masyarakat dengan baik, jelasnya.

Pada kesempatan yang sama hadir sebagai pembicara Drs. Khusnul Fathoni, MAg yang membawakan tausiyah tentang hikmah Idul Fitri, dimana ia menjelaskan bahwa manusia lahir itu diciptakan sebagai manusia yang suci. Dengan adanya hari yang fitri setelah kita menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan penuh kita dilahirkan kembali seperti seorang bayi yang suci. Hal tersebut harus didukung oleh kemauan dan lingkungan sekitar. (Ang)