Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 14 Agustus 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

FGD HUmasSehubungan dengan adanya perubahan tentang susunan struktur dan Organisasi Tata Kelola (OTK) yang baru pada beberapa bulan yang lalu, Universitas Brawijaya mengalami beberapa perubahan terutama dari sistem pengelolaan manajemen, perubahan unit kerja, dan bagian pendukung organisasinya. Termasuk didalamnya terdapat perubahan dalam struktur Unit Hubungan Masyarakat (Humas) UB.

Oleh karena itu, Unit Informasi dan Kehumasan (UIK) UB mengundang seluruh Koordinator PSIK dan Pelaksana Kehumasan di seluruh Fakultas dan Lembaga se-UB untuk membahas tentang perubahan struktur, peran, fungsi dan program kerja UIK pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Tentang Pengelolaan Informasi dan Kehumasan yang dilaksanakan di ruang Sidang Rektor lantai 8, Kamis (13/8/15).

Sesuai dengan adanya perubahan OTK yang baru dan telah disetujui oleh Senat UB,  kini dengan adanya perubahan tentang Struktur Humas yang awalnya dari Bagian kecil kini Humas telah menjadi Unit setingkat UPT. UIK mempunyai beberapa program dalam proses program kerjanya dan memerlukan kerjasama agar terwujud.

Sebagai unit terbaru hal ini adalah sebuah revolusi yang berarti perubahan kehumasan yang tidak akan berperan banyak ketika top manajemen (Rektor) dan jajarannya tidak menghendaki perubahan struktur posisi Humas seperti sekarang ini.

Oleh karena itu, saat ini adalah sebuah peluang emas untuk mengoptimalkan perannya dan merupakan suatu masa emas yang memberikan kesempatan apakah seorang humas mempunyai kemampuan dan mampu menjalankan fungsi dan perannya dengan baik, Ungkap Ketua Unit Informasi dan Kehumasan (UIK), Anang Sujoko, S.Sos., M. Si., D. COMM.

Fungsi Kehumasan yang akan kita kerjakan disini adalah sesuai OTK, Unit Informasi Kehumasan UIK) ini melakukan koordinasi dengan Bagian Perencanaan, Sistem Informasi, Kehumasan, Keluhan dan Kerjasama (PSIK) untuk mewujudkan tugas dan fungsi. Salah satu poin yang paling utama  pada masa dua tahun yang lalu adalah pencitraan, tentunya dengan pencitraan yang positif kami berharap nantinya disesuaikan dengan kondisi yang ada dan tidak dibuat-buat, katanya.

Selanjutnya, Pencitraan yang dimaksudkan adalah reputasi dimana reputasi yang kita bangun adalah didasarkan atas kinerja kita. Sehingga persepsi yang terbangun berasal dari diri kita bukan rekayasa tertentu yang ada di media. Tetapi yang ditekankan disini adalah based on reputation. Pertumbuhan korrdinasi yang “cantik dan sexy” antara UIK dan PSIK sehingga kita mempunyai satu suara atau ritme kita akan bisa menularkan apa yang sebenarnya menjadi keunggulan kita dengan segala bentuk potensi yang ada di kampus kita, tegasnya.

Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UB ini menambahkan, tetapi kalau kabar apik itu tidak disuarakan keluar maka yang tahu hanya kita. Bahkan sebagai contoh apa yang dikerjakan oleh salah satu dosen kita diluar kalau tidak di suarakan keluar maka tetangga kanan kiri (antar fakultas) pun tidak akan ada yang tahu. Tentunya dengan berbagai metode informasi yang positif hal itu dapat terselesaikan dan apa yang ingin kita sampaikan ke masyarakat harus dengan pengemasan yang baik dan support dari para pelaksana humas di seluruh unit di UB baik melalui media website, UB TV dan lain-lain.

Sehingga diharapkan dengan adanyta kegatan ini akan muncul kesepakatan dan koordinasi serta program untuk melaksanakannya sesuai visi dan misi UB, harapnya.

Sementara itu, Rektor UB mengatakan, Kegiatan ini sangat baik terutama untuk membuat suatu keseragaman konsep kehumasan sehingga antara Humas di Universitas dan di Fakultas akan in line dan dapat menyamakan persepsi.

Setiap Institusi pasti memilki hal yang baik dan hal yang tidak baik, dalam hal pencitraan dan promosi saya yakin UB sudah mampu menarik minat masyarakat untuk mengetahui keunggulan dan kelebihan di kampus ini, hal ini dibuktikan dengan tingginya minat dari calon mahasiswa yang ingin kuliah di UB yang mampu menduduki posisi kedua setelah UNPAD, terangnya.

Saya berharap kita dapat mengekspose sisi lain dari UB utamanya yang sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dan segi pembelajaran bagi masyarakat yang harus dioptimalkan publikasinya, harap mantan Dekan FTUB ini.

Disamping itu, Sebagai Humas wajib mengetahui tentang apa yang terjadi dan perkembangan yang sedang berlangsung di UB, karena Humas harus bisa memberikan informasi yang akurat bagi stakeholder yang membutuhkan. (An4nk-HumasFK)