Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 7 Maret 2016 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

baksos di sampang maduraBencana banjir bandang yang terjadi sepekan terakhir di Sampang Madura, merendam sekitar 12 desa kurang lebih sekitar 10 ribu rumah dengan jumlah penduduk antara 37 sampai 38 ribu Kepala keluarga ini membuat beberapa kalangan mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemda, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan Akademisi serta praktisi bidang kesehatan terketuk untuk bersama-sama terjun menanggulangi dan mengantisipasi dampak kesehatan dari bencana ini. Dan salah satu  penyakit yang sangat berbahaya bagi manusia adalah Leptosirosis yang disebabkan oleh Bakteri pada air kencing Tikus.

Tidak ketinggalan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) yang bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang  Malang Raya dan dibantu oleh Lembaga Kesehatan mahasiswa (Lakesma) FKUB juga menaruh kepedulian terhadap korban banjir bandang di Sampang,  Madura dengan melaksanakan kegiatan bakti sosial (pemeriksaan gratis dan bantuan berupa barang) pada hari Jum’at (4/3/16).

Dalam kegiatan sosial ini rombongan FK UB dibawah koordinasi Baksos yakni dr. Bambang Prijadi, MS yang juga anggota IDI Malang Raya berangkat membawa rombongan pada Jum’at pagi 2.00 WIB untuk berangkat menuju lokasi bencana.

Saat diwawancarai dr. Bambang Prijadi, MS mengatakan, Tim kami terdiri dari Tim dokter Emergensi, Humas FKUB, Lembaga Kesehatan Mahasiswa FKUB dan driver. Kami membawa bantuan berupa obat – obatan, dan tim dokter yang akan membantu masyarakat Sampang, Madura. Selain itu kami juga akan memberikan bantuan berupa Sabun Detergen, Cairan Pel, Handuk dan cairan desinfektan untuk membersihkan rumah dan lingkungan pasca banjir. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Sampang, imbuhnya.

Sementara itu dr. Firman selaku Kepala Dinas Kesehatan Sampang secara resmi menerima rombongan ini  kemudian diarahkan ke Posko Kesehatan di dekat Pendopo Kabupaten Sampang dan kemudian diarahkan ke Masjid Agung, Sampang yang merupakan tempat pelaksanaan bakti sosial.

Kadinkes Sampang yang merupakan Alumni FKUB ini sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh FKUB dan IDI Malang Raya tersebut, ia mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian FKUB. Karena meskipun banjir sudah surut tetapi FKUB datang dengan bantuannya tepat pada waktunya dan ini sangat membantu kami dalam menanggulangi dan mengantisipasi penyakit yang disebabkan oleh banjir, tuturnya.

Selanjutnya, sampai detik ini kami belum menemukan masyarakat kami yang terpapar jenis penyakit yang berbahaya seperti Leptosirosis. Hal ini perlu screening khusus untuk menentukannya dan melakukan perawatan khusus karena sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian, ungkapnya.

Banjir bandang sendiri sudah beberapa kali terjadi di wilayah kami, dan pada tahun – tahun sebelumnya penyakit Leptosirosis yang disebabkan oleh air kencing tikus ini telah menelan beberapa korban jiwa. Saat ini kami berupaya melakukan pemeriksaan dini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit tersebut. Dan kami bersyukur sampai saat ini belum ditemukan adanya indikasi gejala penyakit tersebut. Akan tetapi pada tahun ini ada sekitar 2 warga kami yang meninggal dikarenakan terkena bisa ular saat banjir melanda.

Sampai saat ini sampai 7 hingga 14 hari pasca banjir  kedepan pihak kami akan tetap melakukan pantauan untuk siaga dalam mengatasi endemis leptosirosis dan kami berharap FKUB nantinya tetap bisa membantu dan mendampingi kami untuk terus mengawasi adanya indikasi penyakit tersebut. (An4nk/Humas FKUB)