Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 7 November 2017 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya merupakan salah satu unsur bagian dari pelaksana pendidikan dibidang Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan di Indonesia. Sebagai penyedia jasa dibidang pendidikan yang mencetak tenaga ahli dibidang kesehatan, keunikan dari kampus ini adalah adanya jumlah program studi terbanyak di Universitas Brawijaya dan salah satu Fakultas Kedokteran terbesar di Indonesia.

Wujud dari kolaborasi multi profesi dibidang kesehatan ini telah ditanamkan dalam pendidikan di FKUB, yakni dengan langkah menerapkan Interprofessional Education (IPE) sebagai mata kuliah wajib bagi para mahasiswanya. Penerapan tersebut telah disetujui oleh Dekan dengan membuat Kurikulum wajib dengan Mata Kuliah Praktek Kerja Nyata Mahasiswa (PKNM) dengan bobot sebanyak 3 SKS dengan kebijakan wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa dari 5 Program Studi Sarjana (S1) (Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Ilmu Gizi, Ilmu Kebidanan dan Farmasi)  .

Alasan dari dilaksanakannya program ini adalah bahwa Pendidikan Tenaga Kesehatan di Indonesia pada saat ini semakin berkembang pesat dan mengalami perubahan yang sangat signifikan dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Banyak sekali perubahan seiring dengan kebutuhan dan tantangan dari tingkat lokal, nasional maupun global yang berujung pada peningkatakn mutu pelayanan kesehatan dan pemenuhan perubahan dalam pelayanan yang disesuaikan berdasarkan keinginan masyarakat.

IPE sendiri merupakan suatu usaha promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif  dalam pelayanan kesehatan. WHO mengatakan IPE merupakan salah saru konsep pendidikan dan pembelajaran yang terintegrasi dan berkolaborasi dengan melibatkan kelompok peserta didik yang saling memiliki keterkaitan didunia kesehatan dengan berbagai latar belakang pendidikan yang berbeda, belajar bersama dalam kurun waktu tertentu sebagai langkah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

IPE telah dikembangkan secara luas diberbagai institusi dinegara –negara maju seperti Kanada, Inggris, Jepang, Thailand, Filipina dan Hongkong. Di Indonesia sendidi juga sudah berjalan dalam kureun waktu beberapa tahun terakhir. Tidak ketinggalan FKUB juga menjadikan kegiatan tersebut menjadi salah satu mata kuliah wajib di semester 7 sebesar 3 SKS. Dengan adanya PKNM Mahasiswa FKUB dituntut untuk dapat melaksanakan praktik kolaborasi antar profesi (IPE) guna mencari permasalahan layanan kesehatan dimasyarakat untuk kemudian dapat diselesaikan secara komprehensif dan strategis di Kecamatan yang memiliki perjanjian kerjasama dengan FKUB. Diharapkan pengenalan ini sejalan dengan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menghasilkan seorang tenaga kesehatan yang professional dengan memeiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang baik dalam menghadapai masalah kesehatan yang menantang dan dinamis.

Dekan FKUB  Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes sendiri menghimbau agar dalam kesempatan ini mahasiswanya dapat berkolaborasi. Ia ingin tidak ada gape antara mahasiswa Pendidikan Dokter, Keperawatan, Gizi, Kebidanan dan Farmasi, kami berharap seluruh mahasiswa yang akan mngikuti PKNM dapat bersama – sama berkolaborasi dan menjaga nama baik FKUB di masyarakat, tegasnya.

Selanjutnya, Mantan Pembantu Dekan I FKUB ini juga menambahkan, ini adalah sentuhan pertama saudara dengan masyarakat, ada beberapa pembekalan tentang IPE yang tadi telah diberikan, semua profesi kesehatan ttidak ada gape. Kami berharap seluruhnya menjadi mitra, makanya dalam prakteknya apabila memungkinkan kalau 5 prodi tidak bisa masuk didalamnya, usahakan minimal 3 prodi bisa bergabung. Leadernya siapa? Tetap pada porsi masing bermitra dan bekerja untuk kemaslahatan manusia. Pada saat saudara dilapangan kalau mau melakukan penelitiana atau mengajukan pertanyaan mohon  melihat waktu dan kondisi, taati segala peraturan yang berlaku Jaga sopan santun, dan jaga nama almamater kita.

Sementara itu Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, P.W. M.Kes, SpRad (K) dalam sesi wawancaranya dengan Humas FKUB menambahkan pada PKNM ini akan dibagi menjadi beberapa kelompok. 10 orang dari seluruh prodi S1 akan masuk menjadi 1 kelompok kerja, dan akan dibagi di tiap desa menjadi sekitar 4 kelompok. Waktu yang diberikan kepada seluruh mahasiswa FKUB adalah fleksibel yakni dengan melakukan 10 kali kunjungan. (An4nk – Humas FKUB)