Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 30 Mei 2016 , oleh Editor FKUB , pada kategori Agenda Kegiatan

spiritual coaching _1Mahasiswa sebagai generasi muda yang penuh dengan jiwa idealis dan rasa ingin tahu yang tinggi tentunya membutuhkan arahan dan bimbingan serta pendampingan dalam menghadapi pola pikir yang terkadang masih labil dan susah dikendalikan.

Terlebih lagi dengan  kasus yang kian marak terjadi dan sangat meresahkan di kalangan masyarakat yang bisa kita saksikan melalui media massa akhir – akhir ini, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) mempunyai tanggung jawab besar sebagai sebuah institusi penyelenggara pendidikan untuk membentengi  para mahasiswanya agar terhindar dari hal – hal yang dapat merugikan bagi dirinya dan orang lain.

Upaya Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dalam membentengi mahasiswanya salah satunya adalah dengan menyelenggarakan Spitual Coaching  Bagi mahasiswa Angkatan 2015 (mahasiswa semester 2) yang dilaksanakan pada MInggu (29/5/16) di Graha Medika FKUB.

spiritual coaching_2Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FKUB, Dr. dr. Yuyun Yueniwati PW., M. Kes, Sp. Rad. (K) dalam laporannya mengatakan, Kegiatan Spiritual Coaching ini diikuti oleh sekitar 675 mahasiswa yang bertujuan sebagai perisai diri yang diharapkan mampu membentengi aqidah dan akhlak bagi mahasiswa baru kami (mahasiswa 2015) dan akan dilaksanakan secara berkelanjutan yang menjadi kegiatan yang wajib diiukti oleh setiap mahasiswa baru tiap tahunnya, tegasnya.

Selanjutnya Alumni FKUB ini menambahkan, Kegiatan ini tidak hanya dikhususkan bagi mahasiswa yang beragama Islam saja, namun nantinya setiap perwakilan agama akan dimentori langsung dari masing-masing mentor agama tersebut.

Lebih lanjut ia berharap para mahasiswa kami nantinya diharapkan mendapatkan pembinaan spiritual dari para mentor sesuai agamanya masing – masing.

Menanggapi hal tersebut Dekan FKUB Dr. dr. Sri Andarini, M. Kes juga menyatakan persetujuannya dengan adanya kegiatan pembinaan sikap dan moralitas bagi para mahasiswanya.

Menurutnya, setiap mahasiswa di FKUB ini nantinya akan berhadapan langsung dengan pelayanan bagi masyarakat, maka tidak hanya diperlukan sebuah pemahaman tentang teori ilmiah saja namun mahasiswa memerlukan pemahaman spiritual sebagai dasar mereka nantinya dalam memberikan pelayanan dengan soft skill dan keterampilan.

Para mentor ini nantinya akan mendampingi sekitar 10 sampai dengan 20 mahasiswa terutama bagi mahasiswa baru. Mahasiswa baru kemungkinan besar mempunyai banyak permasalahan pada saat awal mereka masuk dan kuliah di Malang. Sebagai kampus yang banyak diminati oleh masyarakat se Indonesia tentunya Kota Malang berbeda gaya hidup dengan kota – kota lainnya, rata – rata mahasiswa baru kita berasal dari luar daerah dan luar pulau sehingga pada saat awal kuliah mereka sedikit banyak mengalami kesulitan sehingga kami sebagai pendamping akan mampu mendeteksi permasalahan dan membantu mencari jalan keluarnya, tutur Mantan Pembantu Dekan I FKUB  ini.

Disamping itu para mentor dari Agama Islam contohnya rela mengeluarkan uang pribadi mereka untuk memberikan reward bagi mahasiswa yang mampu menghafal 3 juz tentunya hal ini bertujuan meningkatkan pemahaman spiritual para mahasiswanya kearah yang lebih positif.

Wakil Rektor I UB, Prof. Dr. Ir. Kusmartono yang juga turut hadir dan membuka kegiatan ini secara resmi, menyampaikan apresiasi yang baik dan mungkin ide kegiatan Spiritual Coaching yang dilakukan FKUB ini dapat dilanjutkan ditingkat Universitas Brawijaya. Ia ingin semua Fakultas juga menyelenggarakan hal serupa, paparnya.

Saat ini mahasiswa aktif di UB berjumlah sebanyak 66. 000 (enam puluh enam ribu) mahasiswa, hal yang dilakukan FKUB ini apabila dilakukan oleh fakultas lain saya rasa merupakan ide yang baik. Dimana kita dapat bersama – sama untuk memberikan perisai bagi para mahasiswa kita supaya sadar terhadap hal – hal yang akan merugikan diri sendiri dan institusi.

Selanjutnya Ia menambahkan, sebenarnya benteng utama berasal dari pembinaan keluarga. Akan tetapi sebagai sebuah institusi kita patut memberikan pencerahan tentang bagaimana pembinaan sikap, mental yang digabungkan dengan agama ini menjadi dasar bagi para mahasiswa yang menempuh studi di Malang agar terhindar dari hal yang dapat merugikan dirinya, dikarenakan praktek dilapangan dan dimasyarakat sangat membutuhkan hal tersebut, jelasnya.

Hadir sebagai Pemateri  dalam kegiatan ini antara lain dr. Arief Alamsyah, MARS dan Muwafik Saleh, S. Sos, M. Si.  (An4nk – Humas FKUB)