Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 10 September 2013 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas Mahasiswa dan Lulusannya Fakultas Kedokteran Universitas  Brawijaya (FKUB) melaksanakan dan memperluas jaringan kerjasamanya.  Kali ini  program kerjasama FKUB  bekerjasama dengan 15  Rumah Sakit , Instansi, Perusahaan  dan Lembaga.

Program kerjasama tersebut ditandai dengan melaksanakan penandatangan naskah Memorandum of Understanding (MOU) yang diselenggarakan pada Senin (2/9), di Ruang Auditorium lantai 6 GPP FKUB.

15 instansi dan perusahaan yang bekerjasama dengan FKUB ini antara lain: RSUD DR. Saiful Anwar Malang, RSUD Kanjuran Kepanjen, RSUD Bangil, RSUD Wlingi, RSUD Tulungagung, RSUD Moewardi & FK UNS, RSUD Panti Nirmala, RSUD Pare, RSUD Sidoarjo, RST Soperaoen Malang, Balai Besar Pengawas Obat & Makanan, Materia Medika Batu, PT. Widatra Bhakti, PT. Otsuka Indonesia, Apotik Domat Anugra Farma, PD Jatim IAI, Herba Bagoes dan Kimia Farma.

Dekan FK, Dr. dr. Karyono Mintaroem, SpPA selaku pihak pertama dalam MoU ini berharap, dengan adanya program kerjasama ini kita bisa sama – sama saling memperkuat dan menciptakan Sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam bidang kesehatan.  Tentunya dengan adanya MoU ini mahasiswa kami bisa mendapatkan tambahan ilmu pendidikan, serta ada satu payung hukum yang kuat sebagai landasan legalitas hukum bagi para mahasiswa yang sesuai dan tidak menyalahi peraturan dan undang – undang yang berlaku di Indonesia.

Melalui MoU ini kami berharap ada feedback yang baik antara kami sebagai pelaksana pendidikan dengan RS, Industri dan Lembaga sebagai stake holder, serta kerjasama ini dapat dilanjutkan kedepannya dan menguntungkan bagi kedua belah pihak, imbuhnya.

Sementara itu Direktur RSSA, Dr. dr. Budi Rahaju, MPH  menyatakan, dalam menghadapi pasar bebas dan era globalisasi pada 2015 mendatang, kita sebagai rumah sakit pendidikan juga mempunyai tuntutan untuk memenuhi standar pelayanan, pendidikan dan penelitian bagi masyarakat khususnya dibidang kesehatan.

Disampaikan oleh dr. Budi Rahaju, Gubernur Jawa Timur dalam pidatonya menyampaikan, “ sebagai dokter mulai saat ini harus merubah mindset kita dalam melayani masyarakat, karena pada tahun 2014 nanti akan ada evaluasi besar tentang pelayanan yang sesuai dengan standarisasi yang akan diberlakukan.

Sehingga sebagai Rumah Sakit utama kita perlu juga untuk melaksanakan pendidikan, penelitian supaya lulusan kita mampu berkompetisi dan melayani publik  dengan baik sesuai standar kompetensi yang diberlakukan. (An4nk).