Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 4 Mei 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

khitan massal anak autisFakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) bekerjasama dengan Rumah Sakit Islam Aisyah Malang dan Pusat Layanan Autis Kota Malang menyelenggarakan khitan massal bagi 15 anak  autis dan 10 anak lainnya di Malang Raya, kegiatan ini dilaksanakan  pada minggu (3/5), di Rumah Sakit Islam Aisyiah  Malang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Dekan FKUB, Direktur RSIA, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Kepala Pusat Layanan Autis Malang, Tim Dokter, serta para peserta khitan massal beserta keluarganya.

“Anak-anak berkebutuhan khusus ini perlu didampingi secara khusus, Kami juga berharap bisa bekerjasama dengan Pusat layanan Autis baik dari segi pendidikan, pelatihan , penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.  “Semoga kegiatan kerjasama ini  dapat terus dilanjutkan lebih baik lagi.”, ungkap Dekan FK UB,  Dr. dr. Sri. Andarini, MKes.

Sementara itu, dr. Andi Aswoco, SpAn selaku koordinator tim dokter kegiatan ini mengatakan, kami bersyukur pada hari ini dapat  bersama –sama memberikan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus, semoga kedepannya kerjasama ini dapat ditingkatkan dengan lebih baik lagi.

Selanjutnya dr. Andi menyampaikan bahwa RSIA sebagai rumah sakit juga berkewajiban menangani permasalahan masyarakat khususnya bagi anak berkebutuhan khusus seperti ini. Kami bersama tim dalam pelaksanaannya melakukan beberapa pemeriksaan dan observasi sesuai dengan prosedur sebelum melakukan khitan bagi mereka.

Dari hasil pemeriksaan ada 9 orang yang harus dibius umum dan 6 lainnya dikhitan secara wajar atau bius lokal. Hal ini sebagai langkah medis dalam mempersiapkan operasi ini untuk menghidari hal yang tidak diinginkan.

Menurutnya, penanganan khitan  yang baru pertama kali dilakukan ini berbeda dengan anak normal lainnya,  kita tidak  bisa memprediksi akibat-akibat apa yang akan terjadi kalau tidak dilakukan prosedur secara khusus. Sama seperti operasi-operasi lainnya kami juga menerapkan standart untuk puasa sebelum menjalani operasi supaya meminimalisir terjadinya mual muntah dan berakibat menutupi saluran pernafasan saat operasi berlangsung, tegasnya.

Selain itu, dikamar operasi kami sudah menyiapkan tim  dokter yang terdiri dari spesialis bedah, spesialis anasthesi dan dokter umum serta dibantu beberapa perawat dan tenaga paramaedis lainnya. (An4nk)