Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 4 Mei 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Sebanyak 186  dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) siap berkiprah dalam peningkatan mutu kesehatan di Indonesia. Para Dokter baru tersebut diambil sumpahnya pada Kamis (30/4) dan mengucapkan lafal sumpah dokter dihadapan Dekan FK UB serta disaksikan oleh para orang tua di Gedung Samantha Krida UB.

Ketua Program Studi Pendidikan Dokter, Prof. Dr. dr. Teguh W. Sardjono, DTM&H, MSc, SpPark., menyampaikan pada hari ini kita akan menyaksikan pengucapan sumpah dokter bagi 186 dokter baru hasil yudisium 9 April dan 16 April 2015. Acara  ini merupakan kewajiban bagi dokter baru yang akan menjalani profesinya dan menandai telah selesainya proses pendidikan mulai tahap akademik sampai tahap profesi sehingga secara resmi berhak menyandang gelar dokter.

Menurutnya, Para dokter yang mengikuti upacara pengucapan sumpah dokter ini adalah angkatan ketiga sejak pelaksanaan Kurikulum Berbasi Kompetensi (KBK) di FKUB yang dimulai sejak tahun 2007, setelah ini mereka masih diwajibklan menjalani masa Internship di rumah sakit kelas B dan puskesmas selama 1 tahun.

Dengan demikian sampai saat ini FKUB telah berhasil meluluskan 5016 dokter yang tersebar diseluruh pelosok Tanah Air dan diluar negeri, namun komunikasi antara para alumni dengan almamaternya masih terjalin dengan baik, tentu saja kami juga berharap saudara dapat bergabung dalam ikatan alumni kami, tutur Guru Besar Bidang Parasit ini.

“Pengucapan sumpah dokter ini juga menunjukkan bahwa para dokter baru tersebut telah lulus dalam Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) sehingga memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai persyaratan untuk pengajuan Surat Ijin Praktek Dokter,” ungkapnya.

Teguh berpesan untuk selalu mengingat dan memegang teguh sumpah yang sudah diucapkan dimanpun dan dalam keadaan apapun.

“Sebagai seorang dokter, saudara tidak hanya dituntut terampil dalam melaksanakan profesi sesuai dengan kompetensinya, tetapi sekaligus dituntut sebagi ilmuan. Oleh karena itu, saudara harus terus mengembangkan dan mengasah kemampuan saudara dengan selalu mengikuti perkembangan ilmu,” tegasnya.

Dekan FKUB Dr.dr. Sri Andarini, M.Kes berpesan kepada para dokter baru agar komunikasi antar alumni dan almamater dijadikan media untuk lebih meningkatkan keilmuan ataupun keterampilan para alumni.

“Sumpah merupakan kewajiban bagi setiap dokter sebelum menjalankan profesinya bahkan dalam kehidupan sehari-hari sumpah ini seharusnya dihayati dan diaplikasikan dalam hubungan dengan penderita, kolega maupun masyarakat luas.

Sementara itu, dr. Yordan Wicaksono Ashari, S.Ked sebagai wakil lulusan dokter baru menyampaikan ungkapan terima kasih kepada orang tua dan guru-guru yang telah membimbing selama proses pendidikan.

“Enam tahun proses pembelajaran dan menuntut ilmu bukanlah waktu yang singkat, kami yakin dapat menjadi bekal dalam mengabdikan diri kepada masyarakat. Kami berharap sumpah yang diucapkan tidak hanya sekedar ucapan lisan semata. Tetapi, dapat terinternalisasi dalam diri dan menjadi dasar dalam setiap sikap dan tindakan kami dalam menjalankan amanah ke depan,” pungkasnya.

Memiliki gelar dokter, bukan berarti perjuangan kita telah selesai. Justru, ini merupakan awal dari perjuangan kita. Derajat kesehatan yang rendah, pelayanan kesehatan ynag buruk merupakan tantangan kita di masa mendatang, serunya.

Belum lagi, bentuk kerjasama pemerintah yang membebaskan tenaga medis asing untuk bekerja di Indonesia, mengharuskan kita untuk selalu berinovasi hari demi hari. Tapi saya yakin bahwa tantangan itu pasti akan dapat kita taklukan, Iklim pendidikan yang dibentuk oleh FKUB dapat membuat mahasiswanya menjadi lulusan yang terampil, cerdas dan dapat beradaptasi dengan baik dimasyarakat dana dapat menerapkan ilmu kedokteran yang berkembang, harapnya. (An4nk/HumasFKUB)