Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 25 Agustus 2014 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

kunjungan puskesmas singosari mhsw malaysiaFakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) melalui Tim Orientasi Mahasiswa Sistem Seleksi Program Internasional (SPI) telah memberikan arahan dan pengetahuan dikelas dalam orientasi pendidikan bagi mahasiswa asing di FKUB.

Dalam beberapa kegiatannya para mahasiswa/I asal Malaysia ini memang sengaja didekatkan dan diperkenalkan dengan sistem pelayanan kesehatan seperti Pusat Kesehatan masyarakat (Puskesmas), ungkap Pauline Dosen Bahasa Inggris FKUB yang sekaligus pendamping para maba asing ini.

Kali in kami bekerjasama dengan Puskesmas Singosari untuk memberikan pemahaman tentang bagaiman prosedur dan budaya pelayanan, serta kelengkapan fasilitas kesehatannya. Agar mereka paham dan dapat menjadikan kunjungan ini sebagai gambaran pelayanan lini depan kesehatan di Indonesia tersebut.

Sementara itu, di Puskesmas Singosari rombongan diterima langsung oleh Kepala Puskesmas dr. Tito yang dengan ramah menyambut maba asala Malaysia tersebut dengan memberikan gambaran pelayanan, bentuk perhatian dari para pelaksana dan petugas puskesmas ini.

Dr. Tito dalam perbincangan santai dengan adik-adik maba ini mengatakan, kami merupakan satu-satunya puskesmas yang paling aktif di Kabupaten Malang. Kami selalu berinovasi dan memberikan pelayanan secara menyeluruh bagi masyarakat sekitar, dengan memberikan penyuluhan dan mebuat program dan kaderisasi penyuluh kesehatan di masyrakat dengan menggandeng para anak-anak usia dini, remaja dan dewasa untuk bersama – sama meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan bersosialisasi bagaimana cara mereka untuk bergaya hidup sehat.

Selain itu kami juga bekerjasama dengan 7 rumah sakit yang ada disekitar Singosari dan Lawang, untuk memberikan rujukan penanganan khusus bagi para pasien yang kami layani. Penyakit yang ditemukan di Puskesmas kami antara lain penyakit kulit, Flu, Diabetes, Kejiwaan dan TBC. Dan hal yang paling sulit adalah pendeteksian bagi mereka yang mengidap TBC, dikarenakan masyarakat kita kurang sadar dan enggan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya, sehingga setelah mereka merasakan sakit yang agak parah baru mereka memeriksakan kesehatannya dan ini tentu saja sedikit mempersulit proses percepatan penyembuhannya.

Dari beberapa penyempaian kepala puskesmas ini para maba asal Malaysia ini sangat antusias dengan bertanya dan berusaha membandingkan dan menggambarkan pula sistem pelayanan kesehatan di negaranya. (An4nk)