Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 11 Juli 2017 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh kebanyakan orang. Beberapa diantaranya menangani masalah gangguan tidur tersebut dengan obat-obatan bahkan terapi, namun ternyata obat- obatan tersebut  dapat mengganggu ritme tidur normal dari orang tersebut.

Melihat banyaknya jumlah penderita gangguan tidur, membuat tim dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya berinovasi untuk mencari solusi alternatif  dari alam,  dengan menggunakan salah satu tanaman yang banyak dijumpai ditengah- tengah masyarakat yakni dengan menggunakan ekstrak buah Mengkudu (Molinda Citrifolia).

Buah mengkudu merupakan buah yang banyak tumbuh  di alam liar dan mudah ditemukan di area pemukiman masyarakat, bahkan sudah sejak lama buah ini digunakan sebagai bahan makanan serta dipergunakan sebagai bahan obat-obatan herbal.

Lima mahasiswa FK UB yang berupaya meneliti tambahan khasiat dan manfaat dari ekstrak buah mengkudu tersebut melakukan riset dan hasilnya buah mengkudu juga dapat dipergunakan untuk mengatasi gangguan masalah tidur karena kandungan Quercetin di dalamnya.

Adalah Adi Kuncoro, Erwin Alexander P, Sharon Thesalonica D, Shaza Nathasya S dan Yoris Junanto yang melakukan penelitian berjudul Kupulas Tidur (Mengkudu Untuk Penurunan Laju Degranulasi Sel Mast dalam Faslisasi Tidur). Penelitian ini merupakan bentuk Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Bidang Penelitian dengan bimbingan  dr. Obed T.K Paundralingga, MSc.

Menurut Adi, salah satu perwakilan dari Tim Peneliti yang berjudul  Kupulas Tidur, mengatakan bahwa data menunjukkan bahwa paparan stres dapat mengakibatkan kesulitan dan gangguan tidur yang berakibat pada semakin meningkatnya stres. “Mengkudu memiliki zat Quercetin yang dapat mencegah pecahnya sel-sel mast di jaringan tubuh selain otak dan dapat melintasi sawar darah-otak”, jelasnya.

Penelitian ini  lanjutnya,  ditujukan untuk mengetahui apakah kandungan Quercetin dalam ekstrak maserasi mengkudu dapat menurunkan laju pecahnya sel mast di otak.

“Kami menggunakan hewan coba yakni tikus yang dibuat stres dan kemudian kami suntikkan ekstrak mengkudu. Jumlah, lokasi, dan tingkat degranulasi sel mast pada otak tikus diamati dibawah mikroskop.

Sasaran penelitian ini menguji kemampuan quercetin untuk mencegah pecahnya mast dan mengeksplor salah satu khasiat mengkudu sebagai obat tidur”, pungkasnya.

Setelah kami uji cobakan ke tikus kami mendapati tikus bisa tidur nyenyak tanpa membutuhkan waktu siklus normal .

Nantinya, kami berharap akan ada peneliti – peneliti lainnya yang melanjutkan penelitian tentang ekstrak mengkudu ini agar bisa di pergunakan sebagai alternatif atasi gangguan tidur pada manusia. (An4nk – HumasFKUB)