Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 15 Agustus 2014 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Rektor Universitas Brawijaya (UB) secara resmi mengukuhkan Guru Besar (Profesor) baru bagi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) yakni  Prof. Dr. dr. Kusworini, M.Kes, SpPK. Kegiatan pengukuhan yang di hadiri oleh seluruh Senat UB tersebut dilaksanakan di Widyaloka pada Selasa (12/8).

Kusworini merupakan guru besar ke – 13 yang berasal dari FK, dalam pidato pengukuhan Jabatan Guru besarnya ia mempresentasikan judul “ Peran Dokter Ahli Patologi Klinik Dalam Upaya Mencapai Tujuan Pembangunan Milenium Dengan Menurunkan Angka Kematian Ibu Melalui Perbaikan Diagnosis Pasien Lupus Di Indonesia”.

Menurut Ketua Jurusan Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) FKUB,  tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia berdasarkan laporan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan bahwa AKI pada tahun 2012 melonjak menjadi 359 per 100. 000 kelahiran hidup, tidak jauh berbeda dengan 22 tahun yang lalu. Dikalangan negara anggota ASEAN, AKI di Indonesia sudah tergolong paling tinggi yakni 227, dimana Vietnam dan Malaysia adalah 160, Filipina 112, Brunei 33 dan singapura hanya 6 dari 100. 000 kelahiran hidup. Beberapa factor utama penyebab kematian ibu melahirkan adalah pendarahan (28%), ekslampsia (24%, dan infeksi (11%).

Walaupun seorang wanita dapat bertahan hidup setelah mengalami pendarahan pasca persalinan, namun ia akan menderita kekurangan darah yang berat (anemia berat) yang dapat m,enimbulkan masalah kesehatan yang berkepanjangan. Salah satu penyebab pendarahan pasca ekslampsia yang sulit diatasi adalah Lupus Erimatosus Sistemik (LES), sindroma anti – fosfolid atau penyakit autoimun sistemik yang lain.

Terdapat hubungan timbale balik antara kehamilan dan lupus, disatu pihak lupus meningkatkan resiko komplikasi kehamilan seperti ekslamsia dan pendarahan sedangkan di pihak lain kehamilan meningkatkan resiko serangan pasien lupus dan keduanya berakibat pada kematian ibu. Meskipun berdampak besar pada kematian ibu hal tersebut masih belum diketahui dengan pasti dan perlu dipandang dan diteliti secara cermat karena rata – rata menyerang pada wanita muda yang masih berumur  produktif dalam masa subur.

Selanjutnya istri dari Prof. Handono Kalim ini menyampaikan, LES (Lupus) merupakan suatu penyakit autoimun yang terjadi karena adanya reaksi kekebalan tubuh (reaksi imun) yang berlebihan terhadap sel atau jaringan sendiri. Dalam keadaan normal sel –sel kekebalan tubuh (sel imun) yang berlebihan terhadap protein atau antigen asing yang dapat mengancam jiwa seseorang.

Berikut adalah Curriculum Vitae (CV) Prof. Dr. dr. Kusworini, M.Kes, SpPK lulus SD Pembangunan di Jatiroto (1968), Lulus SMP Negeri 4 Malang (1971), Lulus SMA N 3 Malang (1974), selanjutnya lulus dokter umum di FKUB (1984), Lulus Magister Imunologi Program Pasca Sarjana Unair (1993), Lulus Doktor Ilmu Kedokteran Unair (1998) dan lulus spesialis I patologi Klinik, FKUB (2010).
Selain mengenyam bidang pendidikan formal Kusworini juga melanjutkan pendidikan tambahan yakni pelatihan HLA Typing, AZL Leiden Netherland pada tahun 1995 dan 1996 serta di Sydney Australia pada tahun 2009. Selama masuk menjadi bagian dari keluarga besar Universitas  Brawijaya (FK) ia pernah menjadi Dokter di Pliklinik UB, Dosen S1, Dosen S2 dan S3, Kepala laboratorium Patologi Klinik dan saat ini ia menjabat Ketua Prodi S1 Ilmu Keperawatan FKUB. (An4nk)