Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 16 November 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

dr yuyun di jepangMalam itu, bagi dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) dokter Yuyun Yueniwati merupakan malam yang sangat istimewa. Bagaimana tidak, poster ilmiah berjudul “Imaging Features of Spinal Tuberculosis: Case Report and Literature Review” yang telah ditulisnya  mendapatkan predikat magna cumlaude pada pertemuan ilmiah 10th Asian Oceanian Conggress of Neuroradiology 2015.

Kongres yang diselenggarakan selama 3 hari yakni kamis – sabtu mulai (5 -7/11) kemarin di Fukuoka Jepang ini diikuti oleh para ahli radiologi, neurologi, neuroradiologi dan neurointervensidi kawasan Asia-Oceania.

Dr. Yuyun merupakan salah satu peraih penghargaan  Poster Award Winners dari 29 peserta penerima penghargaan ini. Pada lomba poster tersebut terdapat tiga kategori yaitu Summa Cum Laude, Magna Cum Laude, dan Cum Laude.

Untuk pertama kalinya, forum AOCNR diselenggarakan di Kumamoto Jepang pada bulan September 1994 bersamaan dengan Simposium Neuroradiologi ke-XV.  Forum ini ada  berkat peran Profesor Takahashi sebagai presiden sekaligus pendiri AOCNR.

Presiden dalam konggres 10th AOCNR, Yukunori Korogi, M.D., Ph.D. dalam sambutannya yang dilansir dalam website http://aocnr2015.umin.jp/message.html mengatakan bahwa konggres AOCNR ke-10 ini akan memberikan ulasan lengkap pada aspek diagnosis dan pengobatan yang paling penting dalam bidang neuroradiologi dan prestasi terbaru dalam bidang neuroradiologi.

“Konggres ini berlangsung di Hilton Fukuoka Sea Hawk yang terletak di tepi pantai dan hanya beberapa menit dari pusat kota Fukuoka”.

Terdapat beberapa acara utama dalam pelaksanaan konggres AOCNR ini, mulai dari pelaksanaan kuliah para pakar, simposium, seminar,  sesi interaktif ilmiah, khususnya bidang neuroradiologi, sesi pleno, dan diadakannya forum neuroradiologi pada beberapa negara yaitu negara China, Jepang, dan negara-negara Asia Timur lainnya.

Bukan tanpa tujuan mengapa dokter Yuyun memilih judul “Imaging Features of Spinal Tuberculosis”.  Pada saat ini, tuberkulosa merupakan penyakit yang endemis di negara-negara berkembang. Dengan diagnosis dini dan tepat maka penatalaksanaan dapat dipilih dengan tepat dan dapat dilakukan prognosis yang lebih baik.

Dengan melihat hal tersebut maka sangat penting untuk mengetahui gambaran radiologis tuberkulosa ekstrapulmonal terutama di spinal. Jika semua itu dapat dilakukan dengan baik maka sangat diharapkan penyakit tuberkulosa dapat diatasi dan penderitanya dapat disembuhkan.  (Dr. dr Yuyun for Humas FKUB)