Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 28 Mei 2012 , oleh angga , pada kategori Berita

Diabetes mellitus terjadi percepatan proses degeneratif pada tulang yang salah satunya disebabkan oleh interaksi AGEs-RAGE. Meskipun demikian, belum ada penelitian yang melihat efek MG sebagai senyawa prekursor AGEs terhadap stress oksidatif, ekspresi protein fungsional dan apoptosis sel preosteoblas.
Efek paparan MG terhadap sinyal oksidan sel preosteoblas yang akhirnya mempengaruhi perubahan ekspresi protein fungsional Osteoprotegerin (OPG), sRAGE dan Caspase-3, masih belum jelas sehingga perlu untuk dilaksanakan penelitian ini. Hal tersebut menjadi latar belakang disertasi Izaak Zoelkarnain Akbar MD yang berjudul “Peran Methylglyoxal pada Peningkatan Apoptosis dan Penurunan Fungsi Sel Preosteoblas MC3T3E1 Melalui Peningkatan Hidrogen Peroksida”.

Penelitian ini memberikan model metode in vitro dalam mempelajari mekanisme osteoporosis yang melibatkan preosteoblas melalui paparan dengan produk reaksi glikasi non enzimatik. Dari hasil penelitianya, didapatkan Toksisitas Methylglyoxal akibat hiperglikemia dapat merusak semua sel, termasuk sel preosteoblas, terjadi osteoporosis melalui peningkatan senyawa oksigen reaktif karena Caspase-3 meningkat, dan terjadinya osteoklastogenesis yang ditandai dengan menurunnya OPG dan sRAGE.

Izaak menyarankan perlunya penelitian lanjutan untuk mengetahui secara detil jenis senyawa oksigen reaktif pada sel preosteoblas MC3T3E1 dengan menggunakan electron spin resonance atau electron paramagnetic resonance. Sementara itu, pada penderita diabetes mellitus selain pemberian obat antidiabetik perlu diberikan tambahan antioksidan.
Majelis penguji yang terlibat dalam disertasi ini adalah Prof. Dr. dr. Handono Kalim, SpPD, KR (Promotor), Prof. dr. Djoko Wahono Soeatmadji, SpPD., KEMD (Ko-Promotor), Prof. Dr. dr. M. Hidayat., SpB, SpOT (K) (Ko-Promotor), Prof. dr. Sofia Mubarika H., MSc., PhD, Prof. Dr. dr. M. Edi Widjajanto., MS. SpPK (K), Prof. Moch Aris Widodo, dr MS PhD DSFK.

Setelah mempertahankan disertasinya dihadapan majelis penguji, Izaak Zoelkarnain Akbar berhak mendapat gelar Doktor Ilmu Kedokteran Bidang Minat Biomedik dengan IPK 4,00, predikat Cumlaude, dalam jangka waktu tiga tahun tiga bulan.
Izaak Zoelkarnain Akbar MD lahir di Jember, 4 Mei 1963. Ia menyelesaikan studi S1 di Universitas Brawijaya dan menyelesaikan Spesialis Bedah Ortopedi di Universitas Airlangga. Selain menjabat sebagai dokter bedah ortopedi di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin, Ia saat ini juga adalah Ketua Departemen Bedah Ortopedi dan Ketua Komite Medis di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. [mit/ang]